POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG
Just a moment...Just a moment...Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia mempengaruhi sistem pembiayaan dalam pelayanan kesehatan. Salah satu kebijakan yang dihasilkan dampak dari peningkatan kasus Covid-19 adalah Kementerian Kesehatan menerbitkan petunjuk teknis penggantian klaim biaya pelayanan kesehatan bagi rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19. Dalam pelaksanaan aturan tersebut, terdapat kendala sehingga klaim yang diajukan tertunda pembayaranya atau tidak lancar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelancaran klaim Covid-19 ditinjau dari komponen input, proses, dan luaran. Metode penelitian ini adalah potong lintang dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di RS Siloam Sentosa Bekasi dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan metode telaah dokumen. Instrumen yang digunakan adalah lembar telaah dokumen untuk mengidentifikasi kebijakan dan gambaran kelancaran klaim. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh klaim Covid-19 pada Januari-Februari 2021. Sampel diambil menggunakan sampel jenuh dengan jumlah 108 dokumen. Aplikasi yang digunakan untuk proses klaim yaitu INA-CBG. Dalam pelaksanaan pengajuan klaim, rumah sakit mengadopsi kebijakan petunjuk teknis penggantian klaim yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan telah menerapkannya. Hasil telaah menunjukan 63% klaim lancar. Penyebab klaim tidak lancar terjadi pada komponen proses dimana terdapat perbedaan pemahaman dari koder sehingga tidak tepat dalam pengodean, kelengkapan dokumen klaim, dan ketidak konsistenan pengisian rekam medis.
Dalam mendukung pengajuan klaim Covid-19 yaitu aplikasi INA-CBG dan E-Klaim.Proses klaim melewati alur verifikasi dari BPJS Kesehatan verifikasi meliputi administrasi dan verifikasi pelayanan pasien.Setelah verifikasi, maka akan diterbitkan berita acara hasil verifikasi klaim untuk selanjutnya diproses pembayaran.Adapun dari hasil telaah klaim Covid-19 yang diajukan oleh rumah sakit terdapat 63% klaim lancar dan 37% tidak lancar.Penyebab ketidaklancaran klaim terjadi pada komponen proses yaitu ketidaklengkapan berkas klaim Covid-19, isi resume medis dan berkas lainnya tidak konsisten, ketidakakuratan dalam penegakan kode diagnosis.Peran perekam medis sangat diperlukan dalam hal menghindari terjadinya ketidaklancaran klaim Covid-19.Selain itu, ketidakkonsistenan pengisian yang terkait dengan tenaga kesehatan memerlukan sosialisasi rutin atau update informasi terkait yang berlaku.Disarankan selanjutnya penelitian mengukur secara analitik faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran klaim Covid-19 dan juga dampak keuangan rumah sakit yang ditimbulkan oleh ketidaklancaran pembiayaan Covid-19 ini.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengukur secara analitik faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran klaim Covid-19 dan juga dampak keuangan rumah sakit yang ditimbulkan oleh ketidaklancaran pembiayaan Covid-19. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada peran perekam medis dalam menghindari ketidaklancaran klaim Covid-19, serta mengeksplorasi lebih lanjut tentang sosialisasi rutin atau update informasi terkait yang berlaku bagi tenaga kesehatan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kelancaran klaim Covid-19 dan mengurangi dampak keuangan rumah sakit.
- Faktor-Faktor Penyebab Pengembalian Berkas Persyaratan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah... doi.org/10.22146/jkesvo.27476Faktor Faktor Penyebab Pengembalian Berkas Persyaratan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah doi 10 22146 jkesvo 27476
- "Pembiayaan Pasien COVID-19 dan Dampak Keuangan terhadap Rumah Sakit ya" by Wiwi Ambarwati.... scholarhub.ui.ac.id/eki/vol6/iss1/3Pembiayaan Pasien COVID 19 dan Dampak Keuangan terhadap Rumah Sakit ya by Wiwi Ambarwati scholarhub ui ac eki vol6 iss1 3
- Tinjauan Kelancaran Klaim Pasien Covid-19 | Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. tinjauan kelancaran... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/RMIK/article/view/8057Tinjauan Kelancaran Klaim Pasien Covid 19 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan tinjauan kelancaran ejournal poltekkes smg ac ojs index php RMIK article view 8057
| File size | 273.5 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UHTUHT Peningkatan mutu dan patient safety menjadi faktor utama yang akan mempengaruhi peningkatan kinerja rumah sakit dalam era BPJS. Berdasarkan studi pendahuluan,Peningkatan mutu dan patient safety menjadi faktor utama yang akan mempengaruhi peningkatan kinerja rumah sakit dalam era BPJS. Berdasarkan studi pendahuluan,
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Pengalaman kerja, profesi, dan akses teknologi tidak memiliki pengaruh signifikan. Secara keseluruhan, literasi digital menjadi aspek penting dalam mendukungPengalaman kerja, profesi, dan akses teknologi tidak memiliki pengaruh signifikan. Secara keseluruhan, literasi digital menjadi aspek penting dalam mendukung
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Kesimpulannya, kamus indikator kelengkapan dan ketepatan waktu layak digunakan sebagai alat evaluasi pengisian RME di RSPON. Hasil analisis menunjukkanKesimpulannya, kamus indikator kelengkapan dan ketepatan waktu layak digunakan sebagai alat evaluasi pengisian RME di RSPON. Hasil analisis menunjukkan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Waiting time yang terjadi merupakan jenis pemborosan pada lean hospital yang dapat dihindari dengan perbaikan sistem. Penelitian lanjut dibutuhkan untukWaiting time yang terjadi merupakan jenis pemborosan pada lean hospital yang dapat dihindari dengan perbaikan sistem. Penelitian lanjut dibutuhkan untuk
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Ngoerah. Metode observasional analitik dengan desain studi kasus kontrol melibatkan 40 responden: 20 ibu dengan bayi berat normal dan 20 ibu dengan bayiNgoerah. Metode observasional analitik dengan desain studi kasus kontrol melibatkan 40 responden: 20 ibu dengan bayi berat normal dan 20 ibu dengan bayi
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Analisis statistik menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan (pAnalisis statistik menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan (p
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi (Fe) dengan kejadian stunting, sebagaimana ditunjukkanHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi (Fe) dengan kejadian stunting, sebagaimana ditunjukkan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Pengembalian klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap disebabkan oleh beberapa permasalahan, termasuk sistem informasi rumah sakit yang belum terintegrasiPengembalian klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap disebabkan oleh beberapa permasalahan, termasuk sistem informasi rumah sakit yang belum terintegrasi
Useful /
UKIMUKIM Namun, dampak negatifnya, termasuk pengurangan komunikasi tatap muka dan peningkatan kesenjangan digital, menuntut kebijakan dan regulasi yang lebih baik.Namun, dampak negatifnya, termasuk pengurangan komunikasi tatap muka dan peningkatan kesenjangan digital, menuntut kebijakan dan regulasi yang lebih baik.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan petugas pendaftaran dan kepala instalasi rekam medis sebagai responden.Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan petugas pendaftaran dan kepala instalasi rekam medis sebagai responden.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini melibatkan 110 responden yang merupakan pengguna RME, dengan karakteristik demografis yang beragam seperti usia, jenis kelamin, pendidikanPenelitian ini melibatkan 110 responden yang merupakan pengguna RME, dengan karakteristik demografis yang beragam seperti usia, jenis kelamin, pendidikan
DELIHUSADADELIHUSADA Perubahan ini berhubungan dengan status gizi yang dapat dinilai melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (BMI). Pada usia remaja, individu mulai mengenaliPerubahan ini berhubungan dengan status gizi yang dapat dinilai melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (BMI). Pada usia remaja, individu mulai mengenali