PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING

Khazanah : Journal of Islamic StudiesKhazanah : Journal of Islamic Studies

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk penafsiran esoterik yang menyimpang (ad dakhil bil isyarah) dalam kitab Qayyum al-Asma, khususnya pada Surah 93 halaman 192-193, serta membandingkannya dengan interpretasi tafsir Al-Quran yang mainstream. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan desain deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri teks asli Qayyum al-Asma, sementara analisis data menggunakan lima langkah: identifikasi klaim al-Bab, deskripsi penafsirannya, pengumpulan interpretasi komparator, analisis komparatif, dan analisis ad dakhil bil isyarah. Temuan menunjukkan tiga bentuk penyimpangan ad dakhil bil isyarah dalam Qayyum al-Asma, yaitu simbol qamis sebagai media otoritas spiritual, simbol al-nahl (lebah) yang diubah menjadi elixir kehidupan, dan simbol al-nar wa al-nur (api dan cahaya) di Bukit Thur yang diklaim sebagai entitas al-Bab. Ketiga penyimpangan ini bertentangan dengan interpretasi otoritatif Ibn Kathir, Al-Qurtubi, Al-Mishbah, Jalalain, dan Kementerian Agama RI.

Penafsiran esoterik yang menyimpang (ad dakhil bil isyarah) dalam Qayyum al-Asma menunjukkan perbedaan signifikan dengan tafsir mainstream.Simbol-simbol seperti qamis, al-nahl, dan al-nar wa al-nur diinterpretasikan secara bervariasi, dengan klaim bahwa baju, darah, dan api memiliki makna spiritual yang tidak sesuai dengan tafsir otoritatif.Penyimpangan ini mencerminkan pengaruh doktrin ekstrem yang bertentangan dengan ajaran Islam yang benar.Studi ini menekankan pentingnya kritik terhadap interpretasi yang tidak selaras dengan makna zahir ayat dan syariat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh gerakan Babi terhadap aliran keagamaan modern, seperti Bahai, dengan fokus pada pergeseran konsep wahyu. Selain itu, analisis lebih mendalam terhadap karya-karya lain Shirazi untuk mengidentifikasi pola penyimpangan serupa dalam interpretasi esoterik. Terakhir, studi tentang penerimaan Qayyum al-Asma dalam konteks tafsir komparatif di kalangan akademisi Indonesia dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika pemahaman teks suci dalam tradisi Islam.

  1. Babisme dan bahaisme dalam kontestasi otoritas keagamaan pada masa dinasti qajar abad ke-19 | Hikamia:... journal.idrisiyyah.ac.id/index.php/hikamia/article/view/285Babisme dan bahaisme dalam kontestasi otoritas keagamaan pada masa dinasti qajar abad ke 19 Hikamia journalrisiyyah ac index php hikamia article view 285
Read online
File size534.84 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test