UPPUPP

Riau Jurnal Teknik InformatikaRiau Jurnal Teknik Informatika

Penelitian ini menganalisis pengaruh distribusi rekam medis berbasis batch terhadap dinamika antrean rawat jalan Poliklinik Psikiatri RSJ X menggunakan pendekatan simulasi hybrid System Dynamics–Discrete Event Simulation (SD-DES). Model merepresentasikan proses pelayanan pasien mulai dari pendaftaran, distribusi rekam medis, screening, hingga konsultasi psikiatri. Data penelitian terdiri atas 111 entitas pasien dan 33 kejadian distribusi rekam medis berbasis batch hasil observasi lapangan selama enam hari, yang kemudian dimodelkan menggunakan distribusi probabilitas statistik. Model divalidasi melalui validasi struktur dan perilaku sebelum digunakan untuk analisis sensitivitas dan eksperimen skenario. Hasil analisis menunjukkan bahwa interval antar-batch merupakan parameter paling dominan dalam memengaruhi pembentukan antrean dibandingkan ukuran batch, durasi screening, dan durasi konsultasi. Nilai Mean Absolute Deviation (MAD) tertinggi ditemukan pada interval antar-batch, yaitu 2,44 pada antrean rekam medis, 1,95 pada antrean screening, dan 0,68 pada antrean konsultasi. Skenario perbaikan dengan memperpendek interval distribusi mendekati pola kontinu mampu menurunkan rata-rata antrean konsultasi dari 6,32 menjadi 0,74 pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan waktu distribusi rekam medis menjadi prioritas utama dalam peningkatan efisiensi pelayanan. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dan validasi struktural-perilaku, sehingga pengujian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan generalisasi hasil.

Penelitian ini berhasil menganalisis pengaruh distribusi rekam medis berbasis batch terhadap dinamika antrean rawat jalan di Poliklinik Psikiatri RSJ X menggunakan pendekatan hybrid simulasi SD-DES yang terverifikasi dan valid.Hasil analisis sensitivitas secara konsisten membuktikan bahwa parameter interval antar-batch merupakan variabel paling dominan yang memengaruhi pembentukan antrean di seluruh tahapan pelayanan.Hal ini ditunjukkan oleh nilai MAD tertinggi yang dihasilkan oleh interval antar-batch (2,44 pada antrean rekam medis.dan 0,68 pada antrean konsultasi), jauh melampaui pengaruh ukuran batch, durasi screening, maupun durasi konsultasi dokter.Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah penting yang menjawab celah penelitian sebelumnya, yakni membuktikan bahwa waktu pelepasan berkas rekam medis (release timing)—bukan ukuran batch atau lamanya durasi pelayanan klinis di hilir—yang menjadi penentu utama terciptanya akumulasi antrean berkala (burst accumulation) berbentuk pola gigi gergaji (saw-tooth pattern).Secara praktis, eksperimen skenario dengan intervensi yang memperpendek interval distribusi mendekati pola pelepasan kontinu terbukti efektif memotong bottlenecks sistem operasional secara radikal, ditandai dengan penurunan rata-rata antrean konsultasi dari 6,32 menjadi 0,74 pasien serta antrean maksimum dari 33,34 menjadi 0,99 pasien.Implikasi manajerial dari penelitian ini menegaskan bahwa pihak manajemen RSJ X harus menggeser paradigma penyelesaian antrean.perbaikan manajemen tidak boleh bertumpu pada penambahan kapasitas staf pelayanan klinis di hilir, melainkan harus memprioritaskan penataan ulang hulu sistem melalui rekayasa jadwal pengiriman berkas fisik secara berkala dalam ukuran batch yang lebih kecil, atau mengadopsi sistem digitalisasi rekam medis secara menyeluruh untuk mengeliminasi ketergantungan pada distribusi fisik.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas intervensi yang memperpendek interval distribusi rekam medis dalam mengurangi antrean rawat jalan secara lebih luas, tidak hanya terbatas pada satu lokasi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak intervensi tersebut terhadap kinerja pelayanan secara keseluruhan, termasuk waktu tunggu pasien, kepuasan pasien, dan efisiensi penggunaan sumber daya. Ketiga, penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi implikasi praktis dari temuan ini, yaitu mengadopsi sistem digitalisasi rekam medis secara menyeluruh, dan mengukur dampak implementasi sistem tersebut terhadap efisiensi pelayanan dan pengalaman pasien.

Read online
File size401.68 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test