DAS INSTITUTEDAS INSTITUTE

AJIRSS: Asian Journal of Innovative Research in Social ScienceAJIRSS: Asian Journal of Innovative Research in Social Science

Studi ini mengkaji dampak transformasi digital terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan data panel dari negara-negara terpilih di Asia dan Eropa. Studi ini menganalisis bagaimana indikator digitalisasi utama membentuk perbedaan kinerja ekonomi di berbagai wilayah dengan karakteristik struktural dan perkembangan yang berbeda. Analisis menggunakan model panel efek tetap untuk mengendalikan heterogenitas spesifik negara yang tidak teramati. Statistik deskriptif, analisis korelasi, dan uji ketahanan menggunakan kesalahan standar Driscoll–Kraay diterapkan untuk mengatasi heteroskedastisitas, autokorelasi, dan ketergantungan antar-sektor. Pertumbuhan ekonomi diukur melalui PDB per kapita. Transformasi digital diukur melalui penggunaan internet, langganan seluler, ekspor layanan ICT, dan ekspor teknologi tinggi. Model ini juga mencakup variabel kontrol untuk ketersediaan infrastruktur dan keterbukaan perdagangan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi digital secara signifikan mendukung pertumbuhan ekonomi, meskipun efeknya bervariasi antar wilayah. Penetrasi internet, konektivitas seluler, dan ekspor layanan ICT memiliki efek positif dan signifikan secara statistik terhadap PDB per kapita, terutama di ekonomi Asia. Di sisi lain, ekspor teknologi tinggi terkait negatif dengan pertumbuhan, menunjukkan kemungkinan batasan struktural dan biaya penyesuaian di sektor-sektor yang intensif teknologi. Analisis regional menunjukkan bahwa negara-negara Asia lebih diuntungkan dari perluasan infrastruktur digital dasar, sementara ekonomi Eropa lebih diuntungkan dari layanan ICT canggih. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan bukti komparatif regional mengenai hubungan antara transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi, serta menekankan pentingnya strategi pengembangan digital yang disesuaikan dengan konteks lokal.

Studi ini menganalisis dampak transformasi digital terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan data panel dari negara-negara Asia dan Eropa.Hasil menunjukkan bahwa pengembangan digital berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja ekonomi, terutama melalui penetrasi internet, konektivitas seluler, dan ekspor layanan ICT.negara-negara Asia lebih menguntungkan dari infrastruktur digital dasar, sementara Eropa lebih menguntungkan dari layanan ICT canggih.Hubungan negatif antara ekspor teknologi tinggi dan pertumbuhan menunjukkan pentingnya kesiapan struktural dan kemampuan penyerapan domestik dalam menentukan dampak transformasi digital.Temuan ini menekankan kebutuhan strategi pengembangan digital yang kontekstual, sesuai dengan kondisi struktural dan tingkat kematangan digital masing-masing wilayah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah utama. Pertama, menganalisis perbedaan dampak ekspor teknologi tinggi antara negara-negara Asia dan Eropa, termasuk faktor seperti ketersediaan inovasi domestik dan ketergantungan pada impor bahan baku. Kedua, mempelajari peran kualitas sumber daya manusia dan kapasitas institusional dalam memediasi hubungan antara transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi, terutama di negara-negara berkembang. Ketiga, menguji efektivitas strategi pengembangan infrastruktur digital berbasis komunitas atau daerah, dengan mempertimbangkan perbedaan kebutuhan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Pendekatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih tepat untuk kebijakan pembangunan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. OECD Digital Economy Outlook 2024 (Volume 1) | OECD. oecd digital economy outlook volume skip main content... oecd.org/en/publications/oecd-digital-economy-outlook-2024-volume-1_a1689dc5-en.htmlOECD Digital Economy Outlook 2024 Volume 1 OECD oecd digital economy outlook volume skip main content oecd en publications oecd digital economy outlook 2024 volume 1 a1689dc5 en html
Read online
File size389.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test