UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Perubahan iklim meningkatkan kerentanan masyarakat pesisir melalui kenaikan muka air laut, abrasi, cuaca ekstrem, perubahan musim penangkapan ikan, dan degradasi ekosistem pesisir. Dalam kondisi tersebut, ocean literacy tidak lagi dipahami hanya sebagai pengetahuan tentang kelautan, tetapi sebagai kapasitas sosial yang memperkuat kemampuan adaptasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual ocean literacy berbasis modal sosial dalam membangun ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim melalui perspektif sosiologi pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, memanfaatkan berbagai sumber sekunder berupa artikel ilmiah, buku, prosiding, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ocean literacy merupakan konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi sosial, nilai, norma, pengalaman kolektif, dan pembelajaran sosial dalam komunitas pesisir. Modal sosial yang mencakup kepercayaan, jaringan sosial, norma, partisipasi, dan aksi kolektif berperan sebagai faktor antecedent yang membentuk dan memperkuat ocean literacy. Selanjutnya, ocean literacy berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat melalui kemampuan mengenali risiko, mengakses informasi, mengambil keputusan, mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan, serta mendorong tindakan kolektif menghadapi perubahan iklim.

Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa konsep ocean literacy telah mengalami perkembangan dari sekadar pengetahuan individu mengenai kelautan menjadi suatu kapasitas sosial yang terbentuk melalui proses interaksi, pembelajaran sosial, nilai, norma, dan pengalaman kolektif masyarakat pesisir.Pada perspektif sosiologi pesisir, ocean literacy tidak dapat dipahami hanya sebagai hasil pendidikan formal, tetapi sebagai konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh karakteristik komunitas, budaya lokal, serta dinamika hubungan sosial yang berkembang di masyarakat.Kajian ini juga menegaskan bahwa modal sosial merupakan faktor penting yang membentuk ocean literacy.Kepercayaan (trust), jaringan sosial (social networks), norma, partisipasi masyarakat, dan aksi kolektif berperan sebagai media pembelajaran sosial yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, pembentukan perilaku, serta pengembangan perilaku yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya pesisir.Selanjutnya, ocean literacy berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap berbagai dampak perubahan iklim melalui peningkatan kemampuan mengenali risiko, mengambil keputusan, mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wilayah pesisir.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji efektivitas model konseptual ocean literacy berbasis modal sosial dalam meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat pesisir sebagai subjek penelitian, dan menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan kebutuhan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi konkret untuk meningkatkan ocean literacy masyarakat pesisir, dengan mempertimbangkan karakteristik sosial budaya dan dinamika hubungan sosial yang ada di masyarakat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak peningkatan ocean literacy terhadap kapasitas adaptasi masyarakat pesisir dalam menghadapi perubahan iklim, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan strategi adaptasi tersebut.

Read online
File size363.64 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test