POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL

Electro LuceatElectro Luceat

Pada budidaya lele, kestabilan kualitas air adalah kunci utama sebagai parameter budidaya lele dikatakan baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas air kolam, seperti sisa makanan, kotoran ikan yang mengendap terlalu lama, dan kondisi lingkungan seperti musim hujan dan kemarau. Dalam penggantian air kolam biasanya dilihat dari warna air kolam, baunya dan berdasarkan perkiraan saja. Oleh karena itu, penulis mengambil judul “ untuk merancang sistem monitoring yang berfungsi melakukan monitoring kualitas pada air kolam ikan lele, yang meliputi nilai suhu, ph, kekeruhan dan status air kolam melalui jaringan internet yang hasil dapat dilihat di LCD dan website. Algorima naïve bayes sendiri digunakan untuk penetuan status air kolam ikan lele dengan data yang berasal dari sensor. Dari hasil penelitian mendapat tingkat kematian ikan lele pada kolam dengan menggunakan sistem berbasis IoT menurun sebesar 40 %.

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut.Rancangan sistem monitoring kualitas air pada kolam ikan lele yang dibuat sudah berhasil dilaksanakan.Sistem monitoring ini berfungsi untuk melakukan monitoring kualitas pada air kolam ikan lele yang meliputi nilai suhu, ph, kekeruhan dan status air kolam melalui jaringan internet yang hasil dapat dilihat di LCD dan website.Implementasi Algoritma Naive Bayes pada Sistem Monitor sudah berhasil dilaksanakan.Algoritma Naive Bayes digunakan untuk menetukan kondisi kualitas air kolam ikan lele.Berdasarkan uji akurasi data mendapat nilai data Correct sebesar 70.Hasil dari implementasi sistem monitoring kualitas air kolam lele menunjukkan bahwa tingkat kematian ikan pada kolam dengan menggunakan sistem IoT menghasilkan 40% lebih sedikit di banding dengan yang tidak menggunakan sistem IoT.Untuk nilai pH pada kolam dengan sistem rata-rata 260 an < dari kolam manual yang nilai rata-rata 330-an pada kondisi buruk Untul nilai suhu antara kedua kolam sama yaitu kisaran 26-29 C.sedangkan untuk nilai pH pada kolam manual berkisaran 8-9 > dari kolam dengan sistem yang berkisaran 7-8-an pada kondisi buruk.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan sistem monitoring kualitas air kolam lele dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti sistem peringatan dini jika kualitas air menurun atau sistem pengendalian otomatis untuk menjaga kualitas air tetap optimal. Selain itu, dapat juga dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas sistem dalam mengurangi angka kematian ikan dan bagaimana sistem dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas budidaya lele. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan algoritma lain selain Naive Bayes dalam sistem monitoring kualitas air kolam lele, dengan tujuan meningkatkan akurasi dan efisiensi sistem.

  1. SISTEM MONITORING pH AIR PADA AQUAPONIK MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO | Rahmanto | Jurnal Teknologi... ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/jtst/article/view/711SISTEM MONITORING pH AIR PADA AQUAPONIK MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Rahmanto Jurnal Teknologi ejurnal teknokrat ac index php jtst article view 711
Read online
File size901.38 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test