PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Daerah pesisir di Indonesia identik dengan masyarakat miskin dan pemukiman kumuh, termasuk Desa Pusong Baru Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Karena lokasinya di pesisir, hampir sebagian besar penduduk desa tersebut, mempunyai mata pencarian sebagai nelayan dengan taraf perekonomian tergolong kurang mampu. Penyediaan air bersih untuk masyarakat nelayan Desa Pusong Baru masih mengalami permasalahan tingkat pelayanan dan penyediaan akses air bersih. Dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih khususnya untuk minum dan memasak, masyarakat terpaksa membeli air tawar yang dijual eceran dengan harga yang relatif mahal jika dilihat dari kemampuan ekonomi mereka. Untuk mengatasi permasalahan di atas dibutuhkan penerapan teknologi pengolahan air payau yang sesuai dan tepat guna, praktis, portable dan tidak memakan lahan yang luas dengan harga yang terjangkau dan mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaannya. Pada kegiatan penerapan iptek ini dilakukan pengolahan air payau dengan menggunakan multi filter berbahan alami di dalam tiga buah tabung filtrasi yang disusun seri. Pada filter pertama, kedua dan ketiga digunakan pasir silika, karbon aktif, dan zeolit sebagai penukar ion. Hasil keluaran filter ketiga diolah kembali dengan melewatkan air melalui tiga buah cartridge ukuran 0,3 mikron, 0,1 mikron dan catridge karbon aktif yang akan menyaring kotoran-kotoran halus yang terikut dalam air produk tabung filtrasi ketiga. Untuk mendapatkan air layak minum, air bersih yang telah diproses tersebut dimasukkan ke dalam RO system. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan, prototipe pengolah air payau dengan menggunakan multi filter berbahan alami mampu menjernihkan air sehingga layak untuk dikonsumsi sebagai air bersih dan air minum.

Dari hasil kegiatan IbM ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.Berdasarkan analisa awal terhadap air sumur desa Pusong diperoleh kadar logam Fe dan Mg sebesar 1,4386 ppm dan 1,4153 ppm.Hasil tersebut menunjukkan air dapat dikelompokkan sebagai air tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air bersih.Prototipe pengolahan air payau yang menggunakan multifilter berbahan alami mampu mengolah air payau menjadi air bersih, dengan menurunkan kadar Fe dan Mg menjadi 0,2109 ppm dan 0,4947 ppm Kualitas air hasil pengolahan masih sesuai dengan standar air bersih.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas dan efisiensi penggunaan multi filter berbahan alami dalam pengolahan air payau. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan desain dan konfigurasi sistem multi filter agar dapat meningkatkan kualitas air hasil pengolahan. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan bahan alami lain sebagai media filter, seperti arang aktif atau zeolit, untuk meningkatkan efektivitas pengolahan air payau. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pengolahan air payau yang lebih efektif dan terjangkau bagi masyarakat nelayan di daerah pesisir.

Read online
File size305.5 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test