CHEMOPREVCHEMOPREV

Indonesian Journal of Cancer ChemopreventionIndonesian Journal of Cancer Chemoprevention

Paparan berlebihan terhadap radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari berkaitan dengan penuaan kulit dan risiko tinggi kanker kulit. Bahan tabir surya dan antioksidan umumnya digunakan untuk melindungi kulit dari radiasi UV yang berbahaya. Namun, aplikasi senyawa sintetis dalam produk tabir surya diatur dalam jumlah terbatas karena dapat menghasilkan fotosensitizer, yang menyebabkan reaksi negatif pada kulit dan juga berbahaya bagi lingkungan. Ekstrak etanol dari tanaman Phyllanthus urinaria L. memiliki aktivitas antioksidan yang kuat mirip dengan asam askorbat, yang membuatnya potensial untuk menggantikan senyawa sintetis dalam produk tabir surya.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dari tanaman Phyllanthus urinaria L.memiliki potensi sebagai bahan anti-penuaan untuk produk tabir surya.Ekstrak ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 3,01 mg/L, aktivitas antiglikasi yang moderat dengan nilai IC50 sebesar 216,67 mg/L, dan aktivitas anti-inflamasi yang rendah dengan nilai IC50 sebesar 86,61 mg/L.Kehadiran saponin, senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan metil linoleat diduga berkontribusi pada sifat anti-penuaan.Nilai SPF sebesar 5,95 pada konsentrasi 50 mg/L memenuhi rentang yang direkomendasikan untuk fototipe kulit orang Asia Tenggara, Asia berkulit gelap, dan Afrika.Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak Phyllanthus urinaria memiliki potensi sebagai bahan anti-penuaan untuk produk tabir surya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan formulasi produk tabir surya yang menggunakan ekstrak Phyllanthus urinaria L. sebagai bahan anti-penuaan, dengan mempertimbangkan konsentrasi ekstrak yang optimal untuk memberikan perlindungan terhadap radiasi UV dan mencegah penuaan kulit. (2) Melakukan studi klinis untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak Phyllanthus urinaria L. pada kulit manusia, serta mengidentifikasi dosis yang tepat untuk mencapai manfaat anti-penuaan yang diinginkan. (3) Menganalisis lebih lanjut mekanisme aksi dan interaksi antara senyawa aktif dalam ekstrak Phyllanthus urinaria L. dengan protein dan jalur sinyal seluler yang terlibat dalam proses penuaan kulit, sehingga dapat dikembangkan strategi terapi yang lebih spesifik dan efektif.

Read online
File size758.74 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test