UNUKASEUNUKASE

Nusantara Journal of Science and TechnologyNusantara Journal of Science and Technology

Pemakaian balok beton bertulang yang ramping dan menggunakan mutu tinggi menjadikan pembuatan lebih efisien, namun bisa menjadi masalah terutama dalam hal lendutan dan torsi yang terjadi. Selain masalah lendutan dan torsi balok beton bertulang juga rawan terhadap keruntuhan geser, karena balok akan tiba-tiba jatuh tanpa pemberitahuan. Dengan memperbesar volume beton maka akan menambah kemampuan lentur balok, geser, daktilitas dan memperkuat balok terhadap torsi, namun jika menambah volume beton akan menambah biaya yang besar dan menambah ruang untuk balok atau menginginkan balok yang ramping dalam segi estetika. Bagaimana jika tanpa menambah volume beton namun melakukan pengekangan beton pada daerah tekannya dan merapatkannya. Model eksperimental yang digunakan adalah balok T beton mutu tinggi dengan panjang 3,85 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pada saat retak pertama yang mampu diterima balok T pada beton mutu tinggi dengan semakin rapatnya jarak sengkang pada daerah tekan semakin meningkat (namun kurang signifikan pengaruhnya). Kemudian Beban pada saat ultimit yang mampu diterima balok T pada beton mutu tinggi dengan rapatnya jarak sengkang pada daerah tekan semakin meningkat (sangat signifikan pengaruhnya). Sengkang juga berpengaruh terhadap retak, dengan semakin rapat jarak sengkang pada daerah tekan maka akan memperkuat beton dan mengurangi pelebaran retak, hal ini terlihat pada saat beton mangalami retak pertama dan retak ultimit. Sedangkan lebar efektif juga berpengaruh, semakin besar lebar efektif balok T beton mutu tinggi maka akan semakin meningkat momen yang mampu ditahan, sehingga balok semakin kuat dan daktilitasnya semakin besar.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Beban pada saat retak pertama yang mampu diterima balok T pada beton mutu tinggi dengan semakin rapatnya jarak sengkang pada daerah tekan semakin meningkat (namun kurang signifikan pengaruhnya).Beban pada saat ultimit yang mampu diterima balok T pada beton mutu tinggi dengan rapatnya jarak sengkang pada daerah tekan semakin meningkat (sangat signifikan pengaruhnya).Semakin besar lebar efektif balok T beton mutu tinggi maka akan semakin meningkat momen yang mampu ditahan, sehingga balok semakin kuat dan daktilitasnya semakin besar.

Penelitian selanjutnya dapat memvariasikan bentuk sengkang dipadukan dengan variasi jarak. Pengembangan penelitian dapat dilakukan dengan mengeksplorasi penggunaan material komposit pada balok T beton mutu tinggi untuk meningkatkan daktilitas dan mengurangi kerentanan terhadap keruntuhan geser. Selain itu, studi numerik dapat diperluas dengan mempertimbangkan pengaruh variasi jenis tulangan dan pola penulangan terhadap perilaku balok T pada kondisi pembebanan dinamis seperti gempa.

  1. Modeling ductile behavior of High Strength Concrete T-Beams | Nusantara Journal of Science and Technology.... doi.org/10.69959/nujst.v2i1.181Modeling ductile behavior of High Strength Concrete T Beams Nusantara Journal of Science and Technology doi 10 69959 nujst v2i1 181
Read online
File size735.93 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test