UBTUBT

Civil Engineering Scientific JournalCivil Engineering Scientific Journal

Limbah PLTU menghasilkan jumlah yang cukup besar sehingga memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Dalam bidang konstruksi, abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) merupakan suatu hal yang sangat potensial bila dikembangkan, salah satu penggunaannya sebagai bahan dasar campuran pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase peningkatan atau penurunan kuat tekan beton yang dihasilkan dengan tambahan fly ash dan bottom ash dengan variasi sebesar 0%, 7,5%, 15%, dan 22,5% dengan umur 14 hari, 21 hari serta 28 hari untuk setiap kombinasi campuran dengan mutu rencana K-250 dan mengetahui perbandingan kuat tekan beton tanpa campuran dan memakai campuran fly ash dan bottom ash. Berdasarkan dari hasil penelitian dengan substitusi fly ash sebagai semen dan bottom ash sebagai agregat halus dengan persentase 0%, 7,5%, 15%, dan 22,5%, diperoleh nilai kuat tekan beton umur 14 hari sebesar 236 kg/cm2, 193 kg/cm2, 175 kg/cm2, 148 kg/cm2, nilai kuat tekan beton umur 21 hari sebesar 168 kg/cm2, 257 kg/cm2, 210 kg/cm2, 185 kg/cm2 dan nilai kuat tekan beton umur 28 hari sebesar 324 kg/cm2, 281 kg/cm2, 237 kg/cm2, 212 kg/cm2. Adanya subsitusi fly ash dan bottom ash terhadap beton normal sebesar 7,5%, 15%, dan 22,5% mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase substitusi fly ash terhadap semen dan bottom ash terdahap pasir. Semakin besar substitusi fly ash dan bottom ash terhadap beton normal, semakin menurun kekuatan beton disebabkan karena berkurangnya komposisi gradasi agregat halus dan semen terhadap beton normal.

Kuat tekan yang didapat dari masing-masing variabel menunjukkan hasil yang bervariasi pada umur 14, 21, dan 28 hari.Adanya substitusi fly ash dan bottom ash terhadap beton normal sebesar 7,5%, 15%, dan 22,5% mengakibatkan penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase substitusi.Penurunan kekuatan beton disebabkan oleh berkurangnya komposisi gradasi agregat halus dan semen terhadap beton normal.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menguji pengaruh kombinasi fly ash dan bottom ash dengan jenis semen yang berbeda untuk mengoptimalkan kekuatan beton. Studi lebih mendalam mengenai pengaruh ukuran partikel fly ash dan bottom ash terhadap workability dan durabilitas beton perlu dilakukan. Selain itu, penelitian mengenai potensi penggunaan fly ash dan bottom ash sebagai pengganti material lain dalam campuran beton, seperti pozzolan alami, dapat dieksplorasi untuk mengurangi biaya dan dampak lingkungan. Penelitian ini penting untuk mengembangkan material konstruksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memanfaatkan limbah industri secara efektif. Dengan demikian, inovasi dalam pemanfaatan limbah PLTU dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.

Read online
File size697.86 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test