IPM2KPEIPM2KPE

Jurnal Kesmas AsclepiusJurnal Kesmas Asclepius

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dipadukan dengan metode demonstrasi serta peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan Meronce berbahan alam. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dalam dua siklus, masing-masing tiga pertemuan, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah empat anak usia 5-6 tahun yang dipilih dari 14 anak kelas B2 TK Negeri Wana Kencana berdasarkan identifikasi pedagogis awal. Data dikumpulkan melalui observasi enam indikator motorik halus dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal meningkat dari 0% pada pra tindakan menjadi 50% pada siklus I dan 75% pada siklus II. Pada siklus II, seluruh indikator mencapai ketuntasan 75%. Perbaikan melalui demonstrasi yang lebih lambat dan sistematis, bahan dengan lubang lebih besar dan tekstur lebih lunak, latihan pola sederhana, serta scaffolding individual membantu anak bekerja lebih tepat, luwes, tekun, dan mandiri. Simpulan penelitian ini adalah bahwa perpaduan CTL, demonstrasi, penyesuaian bahan alam, dan bantuan individual dapat memperbaiki pembelajaran motorik halus pada konteks kelas yang diteliti.

Penerapan CTL yang dipadukan dengan metode demonstrasi dalam kegiatan Meronce berbahan alam efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak berisiko kesulitan belajar.Ketuntasan klasikal meningkat signifikan dari 0% menjadi 75% setelah dua siklus intervensi.Perbaikan bahan, demonstrasi, dan scaffolding individual menjadi kunci keberhasilan.Keterlibatan anak dalam aktivitas yang kontekstual dan adaptif berkontribusi pada peningkatan kemandirian dan ketepatan gerak motorik halus.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi CTL dengan metode demonstrasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan alam tertentu pada perkembangan motorik halus anak berisiko. 2. Perlu dilakukan analisis jangka panjang untuk memahami dampak keberlanjutan peningkatan motorik halus setelah intervensi berakhir, termasuk peran lingkungan dan dukungan keluarga. 3. Studi lebih lanjut dapat mengembangkan model scaffolding individual yang lebih personalisasi, dengan mempertimbangkan respons belajar anak secara real-time selama aktivitas Meronce, serta mengukur efektivitasnya dibandingkan metode pembelajaran tradisional.

  1.  . 0 doi.org/10.3390/children11070759A 0 doi 10 3390 children11070759
  2. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Melalui Pelibatan Media Alam Dalam Pengembangan Kecerdasan Naturalis... jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/sintesa/article/view/3540Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Melalui Pelibatan Media Alam Dalam Pengembangan Kecerdasan Naturalis jurnal undhirabali ac index php sintesa article view 3540
  3. Meronce Bahan Alam Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini | Jurnal Pendidikan Anak... doi.org/10.71049/hpf04c97Meronce Bahan Alam Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan Anak doi 10 71049 hpf04c97
  4. KEGIATAN MERONCE UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN: BEADS ARRANGING ACTIVITY FOR THE... doi.org/10.21009/jiv.1601.6KEGIATAN MERONCE UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5 6 TAHUN BEADS ARRANGING ACTIVITY FOR THE doi 10 21009 jiv 1601 6
Read online
File size342.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test