UKIMUKIM

Manumata: Jurnal Ilmu TeknikManumata: Jurnal Ilmu Teknik

Sektor konstruksi memiliki peran vital dalam pengembangan infrastruktur; namun keterlambatan proyek umumnya terjadi, yang memerlukan sistem manajemen konstruksi yang efektif berdasarkan fungsi POAC (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan). Studi ini dilakukan pada Proyek Rumah Susun Bakamla RI di Desa Passo, Ambon. Proyek ini mengalami keterlambatan dengan deviasi -41,64%. Tujuan studi ini adalah menganalisis karakteristik responden, menguji validitas dan reliabilitas alat penelitian, mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi sistem manajemen konstruksi, serta mengevaluasi tindakan manajerial yang diambil untuk mengatasi hambatan dalam implementasi proyek berdasarkan indikator waktu dan biaya. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan IBM SPSS Statistics, diikuti oleh analisis statistik deskriptif (rata-rata dan ranking) menggunakan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan bahwa fungsi pengawasan paling dominan mempengaruhi sistem manajemen konstruksi, diikuti oleh pelaksanaan, pengorganisasian, dan perencanaan. Faktor utama yang memengaruhi meliputi kurangnya pengawasan terhadap potensi keterlambatan akibat kondisi cuaca, kekurangan tenaga kerja, dan hari libur keagamaan. Tindakan manajerial yang diambil untuk mengatasi hambatan ini meliputi penerapan sistem pelaporan cepat, pengambilan keputusan langsung, dan penyesuaian jadwal pekerjaan proyek.

Fungsi pengawasan (controlling) merupakan faktor paling dominan mempengaruhi sistem kerja manajemen konstruksi dengan nilai mean tertinggi 3,77 dan IKR 0,97 pada indikator waktu.Faktor utama yang memengaruhi kinerja proyek adalah kurangnya pengawasan terhadap potensi keterlambatan akibat cuaca, kekurangan tenaga kerja, dan hari libur keagamaan.Tindakan manajerial yang paling dominan adalah penerapan sistem pelaporan cepat, pengambilan keputusan langsung, dan penyesuaian jadwal pekerjaan proyek untuk mengurangi risiko keterlambatan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi ini dengan memperluas sampel responden untuk mencakup berbagai jenis proyek konstruksi di wilayah kepulauan seperti Ambon. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi pengaruh teknologi informasi dalam meningkatkan efektivitas sistem pengawasan proyek. Studi juga dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap manajemen risiko proyek konstruksi, terutama di daerah rawan cuaca ekstrem. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan tindakan manajerial dalam menghadapi tantangan proyek jangka panjang. Pengembangan kerangka kerja manajemen konstruksi berbasis data real-time juga menjadi arah penelitian yang menarik untuk dikembangkan.

Read online
File size1.48 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test