DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Penelitian KesmasyJurnal Penelitian Kesmasy

Dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital, tugas administratif telah berubah secara signifikan, menyebabkan peningkatan risiko gangguan muskuloskeletal (MSDs) akibat posisi duduk yang statis. Tinjauan ini mengkaji faktor risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja administrasi, mencakup artikel yang diterbitkan antara 2020 hingga 2025. Penelitian ini mengikuti panduan PRISMA dan mengakses database Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Web of Science. Ditemukan bahwa postur kerja yang buruk, duduk statis, gerakan berulang, dan kurangnya kesadaran ergonomi menjadi faktor utama penyebab MSDs, terutama pada leher, bahu, dan punggung bawah. Faktor psikososial seperti tekanan kerja tinggi dan perundungan juga meningkatkan nyeri muskuloskeletal. Intervensi seperti pelatihan ergonomi dan modifikasi workstation menunjukkan efektivitas yang tidak konsisten, menekankan kebutuhan program ergonomi yang terstruktur dengan partisipasi pekerja. Kesimpulan menyarankan pendekatan holistik (fisik, psikologis, organisasi) untuk meminimalkan risiko ergonomi dan meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja administrasi.

Gangguan muskuloskeletal (MSDs) pada pekerja administrasi merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan, dipengaruhi oleh faktor ergonomi, psikososial, dan organisasi.Desain stasiun kerja yang tidak ergonomis, postur duduk statis, dan kurangnya pelatihan ergonomi menjadi penyebab utama.Intervensi seperti pelatihan ergonomi dan modifikasi workstation memiliki efektivitas yang bervariasi, sehingga diperlukan pendekatan yang terstruktur dan partisipatif.Faktor psikososial seperti tekanan kerja tinggi dan perundungan turut memperparah kondisi MSDs.Untuk mengurangi risiko, diperlukan kombinasi solusi fisik, psikologis, dan organisasi yang komprehensif.

Berdasarkan temuan, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan intervensi ergonomi yang disesuaikan dengan pekerjaan jarak jauh, karena peningkatan risiko MSDs akibat kerja remote. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak faktor psikososial seperti perundungan di tempat kerja terhadap kronifikasi nyeri muskuloskeletal. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan ergonomi jangka panjang dalam mengurangi kejadian MSDs pada pekerja administrasi, terutama dalam lingkungan kerja yang dinamis dan berubah cepat.

Read online
File size384.61 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test