DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Penelitian Keperawatan MedikJurnal Penelitian Keperawatan Medik

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama secara global, dengan tingkat kejadian terus meningkat setiap tahun. Salah satu faktor penyebab tingginya jumlah kasus TB adalah keterbatasan pengetahuan dan praktik pencegahan yang tidak memadai di kalangan keluarga pasien TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan TB paru di kalangan keluarga pasien TB di UPT Puskesmas Helvetia Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional. Total 48 responden, terdiri dari keluarga pasien TB, dipilih melalui sampling tujuan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan sedang (54,2%), diikuti oleh pengetahuan rendah (31,3%) dan baik (14,6%). Dalam hal perilaku pencegahan, 41,7% responden menunjukkan pencegahan yang cukup baik, 35,4% menunjukkan pencegahan yang baik, dan 22,9% memiliki perilaku pencegahan buruk. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (p < 0,05), mengindikasikan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan TB paru. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan keluarga dapat berkontribusi pada praktik pencegahan yang lebih baik dalam mengurangi penularan TB. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dan relawan kesehatan masyarakat diharapkan memperkuat intervensi edukasi terkait pencegahan TB dan mendorong deteksi dini saat gejala TB paru teridentifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (54,2%).Namun, masih terdapat responden dengan pengetahuan rendah (31,3%).Pada tindakan pencegahan penularan TB paru, mayoritas responden berada pada kategori cukup (41,7%).Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan pencegahan penularan TB paru (p-value = 0,004 < 0,05).Hal ini berarti semakin baik pengetahuan seseorang tentang TB paru, maka semakin baik pula tindakan pencegahan yang dilakukan.Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB paru serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam mengkaji faktor lain yang memengaruhi tindakan pencegahan penularan TB paru.

Untuk mengurangi penularan TB paru, penelitian lanjutan dapat mengembangkan program edukasi yang lebih terarah untuk keluarga pasien TB, seperti mengkaji efektivitas materi edukasi berbasis media digital. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi edukasi terhadap tingkat penularan TB di komunitas. Terakhir, penelitian juga perlu mempelajari peran relawan kesehatan masyarakat dalam memastikan penerapan tindakan pencegahan TB secara konsisten di lingkungan sekitar.

Read online
File size285.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test