DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Penelitian KesmasyJurnal Penelitian Kesmasy

HIV dan TB adalah masalah kesehatan masyarakat yang saling mempengaruhi. Di Provinsi Jambi, Kota Jambi memiliki kontribusi tertinggi kasus tuberculosis, mencapai 24.38% dari seluruh kasus di provinsi tersebut. Jumlah kasus koinfeksi TB pada pasien HIV di Kota Jambi pada tahun 2021-2024 adalah 57 kasus. Jika situasi ini berlanjut, akan terjadi lebih banyak kematian akibat kasus koinfeksi TB pada pasien HIV, karena pasien HIV dengan koinfeksi TB memiliki risiko kematian 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pasien TB yang tidak terinfeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terjadinya koinfeksi TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Kota Jambi dari tahun 2021 hingga 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi kasus-kontrol. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh pasien HIV/AIDS dengan koinfeksi TB paru (kasus) dan seluruh pasien HIV/AIDS (kontrol) di Puskesmas Kota Jambi yang memiliki kasus pada tahun 2021-2024, dengan total sampel 114 pasien. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Health Facility Base Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian koinfeksi TB-HIV adalah jenis kelamin (p= 0.039), riwayat kontak (p= 0.001), dan pekerjaan (p= 0.012). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jenis kelamin, riwayat kontak, dan pekerjaan berhubungan dengan faktor risiko terjadinya koinfeksi TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Kota Jambi dari tahun 2021 hingga 2024. Puskesmas perlu mengoptimalkan skrining dan pemantauan kontak pada pasien HIV dengan faktor risiko signifikan, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi variabel lain yang mungkin mempengaruhi koinfeksi TB pada pasien HIV.

Dalam penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan terkait faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya koinfeksi TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Kota Jambi tahun 2021-2024.Terdapat hubungan secara signifikan antara jenis kelamin dengan nilai p-value (0.039), riwayat kontak dengan nilai p-value (0.001), dan pekerjaan dengan nilai p-value (0.012) sehingga merupakan faktor risiko terjadinya koinfeksi TB paru pada pasien HIV/AIDS.Tidak terdapat hubungan secara signifikan antara faktor usia dengan nilai p-value (0.579), status gizi (IMT) dengan nilai p-value (0.253), stadium klinis HIV dengan nilai p-value (0.082), kadar CD4 dengan nilai p-value (0.486), kepatuhan pengambilan ARV dengan nilai p-value (1), perilaku merokok dengan nilai p-value (0.634) dan perkawinan dengan nilai p-value (0.564) sehingga bukan merupakan faktor risiko terjadinya koinfeksi TB paru pada pasien HIV/AIDS.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi koinfeksi TB pada pasien HIV, seperti kondisi sosial ekonomi, perilaku seksual, dan akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi yang efektif untuk mencegah koinfeksi TB pada pasien HIV, seperti peningkatan skrining dan edukasi tentang risiko kontak dengan pasien TB. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memahami dinamika koinfeksi TB pada pasien HIV dan faktor-faktor yang memengaruhi hasil pengobatan.

Read online
File size331.63 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test