FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS

PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatPAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) yang presisi merupakan fondasi krusial bagi ketahanan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digitalisasi ekonomi mikro. Sebagian besar UMKM pangan olahan tradisional masih mengabaikan Biaya Overhead Pabrik (BOP) tetap dan menggunakan metode taksiran, yang berpotensi memicu distorsi harga (underpricing atau overpricing). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi dan mengedukasi mitra UMKM Opak Sukadalem di Desa Sukadalem dalam merekonstruksi alur kalkulasi HPP berbasis metode Full Costing pada siklus konversinya. Metode pelaksanaan berbasis pendampingan partisipatif (Participatory Action Research) melalui empat tahapan: observasi lapangan, rekonstruksi biaya, pelatihan/penerapan lembar kerja HPP digital, serta evaluasi peningkatan kapasitas mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kalkulasi metode Full Costing menghasilkan HPP riil sebesar Rp.4.230 per bungkus (250 gram) dari total biaya produksi Rp.846.000 per siklus (output 200 bungkus). Angka ini mengefisiensikan taksiran awal mitra sebesar Rp.5.200 per bungkus yang mengalami overestimation akibat ketiadaan alokasi terstruktur pada biaya overhead dan bahan penolong. Dengan penyesuaian harga jual terstandar sebesar Rp.8.000 per bungkus berbasis perbaikan kemasan standing pouch digital, margin laba kotor riil mitra meningkat dari 25,7% menjadi 47,1% (peningkatan profitabilitas sebesar 109,4% per siklus). Evaluasi N-Gain sebesar 0,72 mengonfirmasi bahwa pendampingan ini sangat efektif dalam meningkatkan literasi dan kemandirian akuntansi biaya mitra.

Penerapan metode Full Costing pada UMKM Opak Sukadalem berhasil meningkatkan akurasi perhitungan HPP menjadi Rp4.230 per bungkus, menstandarkan harga jual menjadi Rp8.000 per bungkus, dan meningkatkan margin laba kotor dari 25,7% menjadi 47,1%.Penggunaan lembar kerja HPP digital meningkatkan literasi keuangan mitra dengan N-Gain 0,72.Untuk menjaga keberlanjutan, mitra perlu konsisten mencatat biaya dan memperbarui komponen biaya secara berkala.Pemerintah desa dan perguruan tinggi disarankan melanjutkan pendampingan di aspek pemasaran digital, penggunaan marketplace, dan pembayaran QRIS.Penelitian lanjutan perlu mengoptimalkan strategi pemasaran digital dan analisis efisiensi biaya pemasaran terhadap Break-Even Point.

Saran penelitian lanjutan yang baru meliputi: (1) Analisis dampak strategi pemasaran digital terhadap peningkatan penjualan UMKM Opak Sukadalem, dengan fokus pada pengukuran efektivitas platform e-commerce dan media sosial. (2) Studi tentang penggunaan teknologi pembayaran berbasis QRIS dalam meningkatkan transparansi dan kecepatan transaksi UMKM di era digitalisasi ekonomi mikro. (3) Evaluasi efisiensi biaya operasional UMKM setelah implementasi metode Full Costing, dengan pendekatan analisis Break-Even Point untuk menentukan titik impas yang optimal dalam konteks pasar digital.

  1. Pendampingan Legalitas Usaha melalui Pembuatan NIB bagi UMKM di Dusun Kanggan, Desa Wringinputih | Research... doi.org/10.31002/rosee.v1i2.2953Pendampingan Legalitas Usaha melalui Pembuatan NIB bagi UMKM di Dusun Kanggan Desa Wringinputih Research doi 10 31002 rosee v1i2 2953
Read online
File size676.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test