DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Penelitian Keperawatan MedikJurnal Penelitian Keperawatan Medik

Pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis seumur hidup sering mengalami penurunan kualitas hidup di berbagai domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Jadwal pengobatan yang menuntut juga dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan motivasi. Self-efficacy merupakan faktor yang memengaruhi kemampuan pasien untuk beradaptasi terhadap penyakit kronis. Studi kuantitatif ini menggunakan desain korelasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 388 pasien yang menjalani hemodialisis, dengan 80 responden dipilih menggunakan sampling purposif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan General Self-Efficacy (GSE). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square. Temuan menunjukkan hubungan signifikan secara statistik antara self-efficacy dan kualitas hidup (p = 0,001; p < 0,05). Pasien dengan self-efficacy tinggi cenderung melaporkan kualitas hidup yang lebih baik di berbagai domain yang diukur. Self-efficacy memainkan peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan pasien dan kemampuan mereka dalam menghadapi kebutuhan pengobatan jangka panjang. Memperkuat self-efficacy dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keseluruhan pada pasien yang menjalani hemodialisis.

Studi ini menunjukkan hubungan signifikan antara self-efficacy dan kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.Pasien dengan tingkat self-efficacy yang lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan self-efficacy untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam menghadapi pengobatan jangka panjang dan menjaga kesejahteraan keseluruhan.Disarankan bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk menerapkan intervensi yang bertujuan meningkatkan self-efficacy pasien, seperti konseling kesehatan, edukasi, dan program manajemen kesehatan.Rumah sakit juga didorong untuk memberikan dukungan psikososial berkelanjutan, termasuk keterlibatan keluarga dan kelompok dukungan sebaya, untuk membantu pasien beradaptasi dengan pengobatan jangka panjang.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang memengaruhi kualitas hidup dan menggunakan ukuran sampel yang lebih besar atau desain longitudinal untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh dukungan sosial terhadap self-efficacy dan kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis. Selain itu, studi longitudinal dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang intervensi yang meningkatkan self-efficacy. Alternatif lain, peneliti dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memberikan dukungan psikologis dan edukasi bagi pasien hemodialisis. Saran ini dirancang untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan pasien dan mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas program konseling berbasis teknologi dalam meningkatkan self-efficacy. Dengan pendekatan ini, penelitian akan memberikan wawasan baru untuk meningkatkan kualitas perawatan dan kualitas hidup pasien.

Read online
File size278.45 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test