UNNESUNNES
Jurnal Seni TariJurnal Seni TariPandemi COVID-19 telah menyebabkan pembelajaran secara daring. Sementara itu, pembelajaran tari lebih efektif ketika dilakukan secara tatap muka. Oleh karena itu, prestasi siswa di SMK Negeri 8 Surakarta menurun saat pembelajaran daring, terutama pada mata pelajaran Tari Laki-Laki Perkasa. Hal ini terjadi karena dominasi siswa perempuan. Oleh karena itu, setelah memasuki masa pasca pandemi COVID-19, seharusnya ada upaya untuk meningkatkan pembelajaran yang dilaksanakan secara tatap muka kembali, termasuk pelaksanaan evaluasi karena kegiatan evaluasi memiliki peran penting dalam mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menggambarkan, dan menguji pelaksanaan evaluasi pembelajaran Tari Laki-Laki Perkasa di SMK Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan pedagogik dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data diuji kembali dengan triangulasi teori, sumber, dan teknik. Selain itu, teknik analisis data menggunakan reduksi data, presentasi data, dan verifikasi data. Hasil menunjukkan bahwa guru memberikan media pembelajaran tambahan melalui tutorial video, materi PowerPoint, dan kriteria penilaian yang toleran untuk siswa perempuan. Adanya toleransi untuk kriteria penilaian meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Semoga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai literatur untuk menambah pengetahuan tentang evaluasi pembelajaran tari pada masa pasca pandemi COVID-19.
Kegiatan pembelajaran Tari Laki-Laki Perkasa di kelas XI SMK Negeri 8 Surakarta berjalan sama seperti mata pelajaran umum.Pembelajaran Tari Laki-Laki Perkasa menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menggunakan alat pembelajaran seperti mata pelajaran lainnya, seperti silabus, media, instrumen penilaian, dan lainnya.Pembelajaran Tari Laki-Laki Perkasa telah menyesuaikan diri dari kondisi sebelum pandemi COVID-19, selama pandemi COVID-19, dan setelah pandemi COVID-19.Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Tari Laki-Laki Perkasa di SMK Negeri 8 Surakarta menggunakan model evaluasi pengukuran untuk mengetahui dan menilai tingkat kemampuan masing-masing siswa.Jenis evaluasi dalam menilai siswa termasuk non-tes dan tes.Teknik penilaian non-tes adalah observasi siswa untuk menentukan karakter siswa.Teknik tes meliputi tes lisan yang dilaksanakan melalui kegiatan tanya jawab selama pembelajaran, tes tertulis yang berupa tugas deskripsi gerakan untuk memperoleh skor pengetahuan, dan tes aksi (praktik) untuk mendapatkan skor keterampilan.Penilaian keterampilan memiliki kriteria toleransi penilaian untuk siswa perempuan karena persentase siswa perempuan mendominasi dibandingkan siswa laki-laki, sehingga ketentuan teknis dalam menari menerima toleransi kelonggaran.Toleransi kriteria penilaian yang diberikan oleh guru memiliki dampak positif pada siswa perempuan.Dengan toleransi kriteria penilaian, siswa perempuan di kelas Tari Laki-Laki Perkasa menjadi lebih optimis dalam mendapatkan skor yang melebihi kriteria kelulusan minimum, dan kekurangan kepercayaan diri dalam kemampuan menari mereka dalam tari karakter perkasa berkurang.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak toleransi kriteria penilaian pada siswa perempuan dalam pembelajaran tari laki-laki perkasa. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah toleransi tersebut memiliki efek positif pada prestasi belajar dan kepercayaan diri siswa perempuan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran tambahan, seperti tutorial video dan materi PowerPoint, dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang tari laki-laki perkasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah media tersebut membantu siswa dalam memahami konsep dan teknik tari dengan lebih baik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan pendekatan pedagogik dalam pembelajaran tari laki-laki perkasa. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah pendekatan pedagogik yang digunakan oleh guru, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi, memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran dan peningkatan kualitas pembelajaran.
| File size | 387.44 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IJCSNETIJCSNET Program ini menerapkan pendekatan partisipatif melalui pendidikan, demonstrasi, praktik langsung, dan bantuan produksi. Pelaksanaan terdiri dari dua kegiatanProgram ini menerapkan pendekatan partisipatif melalui pendidikan, demonstrasi, praktik langsung, dan bantuan produksi. Pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan
IJCSNETIJCSNET Studi ini merekomendasikan penguatan program sosialisasi berbasis teknologi di seluruh unit pendidikan menengah untuk mendukung pasokan tenaga kesehatanStudi ini merekomendasikan penguatan program sosialisasi berbasis teknologi di seluruh unit pendidikan menengah untuk mendukung pasokan tenaga kesehatan
HAMZANWADIHAMZANWADI Studi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang didorong pariwisata di Gianyar Regency (2021–2023) memperkuat polarisasi spasial alih-alih mempromosikanStudi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang didorong pariwisata di Gianyar Regency (2021–2023) memperkuat polarisasi spasial alih-alih mempromosikan
HAMZANWADIHAMZANWADI Di bawah kondisi eksperimental yang identik, CNN mencapai akurasi klasifikasi yang unggul dengan efektif menangkap karakteristik visual halus yang terkaitDi bawah kondisi eksperimental yang identik, CNN mencapai akurasi klasifikasi yang unggul dengan efektif menangkap karakteristik visual halus yang terkait
IKHAFIIKHAFI Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah menular, terutama pada anak usia sekolah dasar. Observasi awal menunjukkan bahwa siswaInfluenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah menular, terutama pada anak usia sekolah dasar. Observasi awal menunjukkan bahwa siswa
IKHAFIIKHAFI Kesimpulannya, pendampingan berbasis komunitas melalui penguatan promosi digital dan literasi teknologi sangat mendesak untuk menjamin keberlanjutan wisataKesimpulannya, pendampingan berbasis komunitas melalui penguatan promosi digital dan literasi teknologi sangat mendesak untuk menjamin keberlanjutan wisata
IKHAFIIKHAFI Program pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan aplikasi pengelolaan iuran RT berbasis web memberikan hasil positif terhadap sistem administrasiProgram pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan aplikasi pengelolaan iuran RT berbasis web memberikan hasil positif terhadap sistem administrasi
UNNESUNNES Upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, seniman, dan masyarakat Liwa untuk melestarikan seni budaya lokal sebagai inovasi berpikir kreatif bertujuanUpaya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, seniman, dan masyarakat Liwa untuk melestarikan seni budaya lokal sebagai inovasi berpikir kreatif bertujuan
Useful /
FT UIMFT UIM Melalui perbaikan ini, diharapkan efisiensi lini perakitan meningkat sehingga target produksi total sebesar 10.000 unit dapat diselesaikan tepat waktu.Melalui perbaikan ini, diharapkan efisiensi lini perakitan meningkat sehingga target produksi total sebesar 10.000 unit dapat diselesaikan tepat waktu.
IKHAFIIKHAFI Selain peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam bidang coding (dari 28 menjadi 82) dan motivasiSelain peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam bidang coding (dari 28 menjadi 82) dan motivasi
UNNESUNNES Tari Gatotkaca Gandrung adalah tari kelompok yang terdiri dari empat penari dengan tiga adegan. Cerita ini berasal dari kisah wayang Mahabharata, menggambarkanTari Gatotkaca Gandrung adalah tari kelompok yang terdiri dari empat penari dengan tiga adegan. Cerita ini berasal dari kisah wayang Mahabharata, menggambarkan
IKHAFIIKHAFI Guru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, harus melek teknologi, terutama teknologi informasi, karenaGuru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, harus melek teknologi, terutama teknologi informasi, karena