UNIVSMUNIVSM

Lex MandiriLex Mandiri

Bebe Tokan Email : tokanbebe@gmail.com Menguji kebenaran keterangan pada dasarnya bertujuan untuk memastikan bahwa saksi tidak memberikan keterangan palsu. Dalam Pasal 185 KUHAP, pengujian kebenaran keterangan lebih berfokus pada pertanyaan yang bersifat informatif, tanpa melibatkan pendekatan kreatif yang dirancang untuk benar-benar menguji validitas keterangan tersebut. Oleh karena itu, hukum pembuktian sebagai instrumen penting dalam menentukan keputusan perlu adanya inovasi hukum dalam aspek keterangan untuk menguji kebenaran keterangan, Hal ini menunjukkan perlunya langkah-langkah yang lebih sistematis dan terukur dalam pengujian kebenaran keterangan guna memastikan proses hukum yang lebih adil dan transparan.

Pendekatan berbasis teka-teki memberikan elemen kreatif dalam pengujian saksi, memungkinkan eksplorasi mendalam atas pernyataan saksi dan menciptakan situasi hipotetis untuk menguji konsistensi.Pertanyaan informatif dan interpretatif membantu mengungkap ide baru dan mengidentifikasi potensi rekayasa dalam keterangan.Prinsip saksi yang benar tidak akan takut diuji menekankan pentingnya transparansi dan konsistensi dalam pernyataan, serta validitas keterangan yang dapat ditentukan melalui korespondensi dengan fakta yang ada.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas cross-examination dalam sistem hukum berbeda untuk membandingkan pendekatan pengujian kebenaran keterangan. Selain itu, studi tentang pelatihan profesional hukum dalam teknik eksaminasi silang dapat menghasilkan metode yang lebih sistematis. Penelitian juga bisa mengembangkan penggunaan teknologi seperti analisis data atau AI untuk memvalidasi keterangan saksi secara objektif, mengurangi bias manusia, dan meningkatkan transparansi proses peradilan.

Read online
File size480.94 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test