IMWIIMWI

Winter Journal: IMWI Student Research JournalWinter Journal: IMWI Student Research Journal

Ekspansi cepat layanan PayLater telah meningkatkan fleksibilitas keuangan bagi konsumen muda sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap perilaku kredit yang berisiko, terutama di kalangan generasi Z. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku kredit yang berisiko pada karyawan generasi Z yang menggunakan layanan PayLater di Kota Sukabumi dan mengidentifikasi perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin. Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan pada 152 karyawan generasi Z yang dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur dua dimensi: perilaku meminjam yang berisiko dan perilaku pembayaran yang berisiko. Temuan menunjukkan bahwa responden menunjukkan pola meminjam yang berisiko signifikan, termasuk menggunakan PayLater tanpa mempertimbangkan kemampuan pembayaran (skor 58,16), membeli barang tidak penting karena kemudahan transaksi (56,84), dan sangat terpengaruh oleh tawaran diskon besar (68,29). Perilaku pembayaran yang berisiko juga diidentifikasi melalui pembayaran tagihan terlambat (55,00) dan pertimbangan terbatas terhadap denda akibat pembayaran terlambat (55,39). Perbedaan jenis kelamin teramati, dengan wanita menunjukkan kecenderungan lebih tinggi terhadap perilaku meminjam yang berisiko dan kurang memperhatikan denda pembayaran terlambat, sedangkan pria menunjukkan kecenderungan sedikit lebih tinggi terhadap pembayaran terlambat. Temuan ini menunjukkan bahwa kenyamanan, insentif promosi, perilaku konsumsi impulsif, dan disiplin pembayaran yang lemah berkontribusi pada penggunaan PayLater yang berisiko. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan, peningkatan kontrol diri, dan penerapan mekanisme perlindungan konsumen yang lebih jelas diperlukan untuk mendorong perilaku kredit yang lebih sehat di kalangan karyawan generasi Z.

Karyawan generasi Z menunjukkan kecenderungan tinggi terhadap perilaku kredit yang berisiko, terutama dalam penggunaan layanan PayLater.Perbedaan gender teramati, dengan wanita lebih rentan terhadap risiko meminjam dan pembayaran terlambat.Studi ini menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan dan kebijakan perlindungan konsumen untuk mengurangi risiko kredit yang tidak sehat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program literasi keuangan berbasis teknologi pada perilaku kredit generasi Z di berbagai daerah. Selain itu, analisis peran media sosial sebagai faktor pendorong impulsifitas konsumsi melalui layanan PayLater perlu dilakukan. Terakhir, studi tentang efektivitas mekanisme pengingat pembayaran otomatis dalam mengurangi risiko keterlambatan pembayaran juga menjadi arah penelitian yang relevan.

Read online
File size338.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test