ESC IDESC ID

International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship (IJE3)International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship (IJE3)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh stres keuangan terhadap perilaku kredit berisiko di kalangan pengguna paylater Generasi Z di Kota Sukabumi. Metode kuantitatif diterapkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 397 responden. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kredit berisiko. Ini berarti individu yang mengalami stres keuangan lebih tinggi cenderung membuat keputusan keuangan impulsif, seperti meminjam berlebihan atau menunda pembayaran. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,173 menunjukkan bahwa stres keuangan menjelaskan 17,3% variasi perilaku kredit berisiko, sementara faktor lain menjelaskan sisanya. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola tekanan finansial untuk mencegah penggunaan kredit yang tidak bertanggung jawab di kalangan Generasi Z di era digital.

Studi ini menyimpulkan bahwa stres keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perilaku kredit berisiko pada pengguna paylater Generasi Z di Sukabumi.Tingkat stres keuangan yang lebih tinggi terbukti mendorong individu pada praktik pinjaman yang impulsif dan berisiko, sejalan dengan model stres dan koping serta penelitian sebelumnya.Meskipun stres keuangan menjelaskan sebagian variasi perilaku ini, faktor lain seperti literasi keuangan dan efikasi diri juga berkontribusi, sehingga program ketahanan finansial holistik sangat diperlukan.

Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pemahaman kita tentang perilaku kredit berisiko dengan menyelidiki lebih dalam faktor-faktor yang belum terungkap sepenuhnya. Mengingat bahwa stres keuangan hanya menjelaskan sebagian kecil dari variasi perilaku kredit berisiko, studi mendatang sebaiknya mengeksplorasi peran variabel lain yang krusial, seperti tingkat literasi keuangan individu, tingkat efikasi diri dalam mengelola keuangan, serta pengaruh gaya hidup dan tekanan sosial terhadap keputusan penggunaan paylater. Penelitian ini dapat menguji bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan stres keuangan, mungkin sebagai moderator atau mediator, dalam mendorong perilaku pengambilan keputusan yang impulsif. Selain itu, untuk mendapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai pengalaman dan motivasi di balik penggunaan paylater berisiko, disarankan untuk mengadopsi pendekatan kualitatif atau metode campuran. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali narasi pribadi, tantangan emosional, dan proses pengambilan keputusan yang kompleks dari pengguna Generasi Z, yang tidak dapat ditangkap oleh data kuantitatif semata. Selanjutnya, mengingat studi ini terbatas pada Kota Sukabumi, penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan geografisnya ke kota-kota sekunder lain atau bahkan ke wilayah pedesaan untuk melihat apakah dinamika stres keuangan dan perilaku kredit berisiko menunjukkan pola yang serupa atau berbeda di lingkungan ekonomi dan sosial yang bervariasi. Perbandingan antarwilayah ini sangat penting untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih kontekstual dan efektif, serta untuk memahami generalisasi temuan awal ini. Dengan demikian, kita bisa membangun kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan finansial Generasi Z di tengah ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.

  1. Social Cognitive Theory: An Agentic Perspective | Annual Reviews. social cognitive theory agentic perspective... annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev.psych.52.1.1Social Cognitive Theory An Agentic Perspective Annual Reviews social cognitive theory agentic perspective annualreviews content journals 10 1146 annurev psych 52 1 1
Read online
File size245.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test