UWKSUWKS

CALVARIA MEDICAL JOURNALCALVARIA MEDICAL JOURNAL

Pendahuluan: Seiring berkembangnya zaman, pekerjaan wanita tidak lagi terbatas pada rumah, melainkan juga melibatkan kegiatan di luar rumah seperti bekerja. Wanita yang bekerja maupun tidak memiliki pola hidup berbeda yang dapat mempengaruhi risiko hipertensi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh gaya hidup pada wanita pekerja pabrik dan wanita tidak pekerja pabrik terhadap hipertensi pada usia 40‑60 tahun di Desa Sidokepung, Sidoarjo, Januari–Maret 2024. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross‑sectional dan kualitatif wawancara dengan sampel 60 responden (30 pekerja pabrik dan 30 tidak pekerja). Data dianalisis menggunakan uji Chi‑Square. Hasil: Mayoritas responden pekerja pabrik mengalami hipertensi, dan aktivitas fisik terbukti menjadi faktor risiko yang signifikan (p = 0.001). Faktor risiko lain seperti diet tinggi garam, stres, dan obesitas tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Hipertensi lebih tinggi pada wanita pekerja pabrik, di mana aktivitas fisik menjadi faktor risiko utama. Kata kunci: gaya hidup, hipertensi, pekerja pabrik.

Hipertensi lebih tinggi pada wanita pekerja pabrik di Desa Sidokepung, dimana aktivitas fisik menjadi faktor risiko utama.Faktor risiko lain—diet tinggi garam, stres, dan obesitas—tidak berkontribusi signifikan.Penelitian menunjukkan perlunya intervensi berbasis aktivitas fisik untuk mengurangi hipertensi pada kelompok ini.

Berangkat dari temuan bahwa aktivitas fisik menjadi faktor risiko utama hipertensi pada wanita pekerja pabrik, riset lanjutan dapat mempertimbangkan apakah intensitas dan jenis aktivitas fisik di tempat kerja dapat memoderasi risiko hipertensi, yakni: 1) Bagaimana perbedaan pola aktivitas fisik di antara pekerja shift pagi, siang, dan malam memengaruhi prevalensi hipertensi? 2) Apakah intervensi program olahraga terstruktur, seperti latihan kekuatan dan kardio ringan yang disediakan di area kerja, dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup wanita pekerja pabrik? 3) Sejauh mana faktor individual seperti sensitivitas garam, genetika, dan kebiasaan tidur memodifikasi hubungan antara aktivitas fisik dan hipertensi, dan apakah pendekatan multi‑strategi (diet, manajemen stres, olahraga) lebih efektif dibandingkan satu komponen saja? Penelitian ini dapat dirancang sebagai studi intervensi longitudinal dengan kelompok kontrol, mengintegrasikan pengukuran biomarker tekanan darah, data wearable untuk aktivitas fisik, dan survei kualitas hidup, sehingga memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi kebijakan kesehatan kerja di industri manufaktur.

  1. Deteksi dan Analisis Faktor Risiko Hipertensi pada Karyawan di Lingkungan Universitas Sriwijaya | Jurnal... jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1643Deteksi dan Analisis Faktor Risiko Hipertensi pada Karyawan di Lingkungan Universitas Sriwijaya Jurnal jurnal fk unand ac index php jka article view 1643
  2. Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump... doi.org/10.33086/jhs.v15i03.2857Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump doi 10 33086 jhs v15i03 2857
  3. Salt Sensitivity: Causes, Consequences, and Recent Advances | Hypertension. salt sensitivity causes consequences... doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.123.17959Salt Sensitivity Causes Consequences and Recent Advances Hypertension salt sensitivity causes consequences doi 10 1161 HYPERTENSIONAHA 123 17959
Read online
File size382.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test