CATTLEYADFCATTLEYADF

Judge : Jurnal HukumJudge : Jurnal Hukum

Tindak pidana korupsi yang melibatkan aparatur kepolisian merupakan persoalan serius karena tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melemahkan legitimasi institusi penegak hukum. Oleh karena itu, pengawasan internal menjadi instrumen strategis dalam pencegahan dan penanggulangan korupsi di lingkungan kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sumatera Utara dalam penanggulangan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparatur kepolisian serta menilai efektivitas perannya dalam pencegahan korupsi ditinjau dari fungsi pengawasan internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan sifat deskriptif analitis, melalui pengkajian norma hukum, kebijakan internal kepolisian, dan fakta pelaksanaan pengawasan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Itwasda secara normatif telah memadai, namun dalam implementasinya masih belum optimal karena dipengaruhi oleh keterbatasan independensi fungsional, kapasitas sumber daya manusia pengawas, serta budaya organisasi yang juga masih bersifat reaktif dan hierarkis. Pengawasan administratif sehingga belum mampu menciptakan daya cegah yang kuat terhadap praktik korupsi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan independensi fungsional, peningkatan kapasitas pengawas, serta integrasi hasil pengawasan dalam kebijakan internal kepolisian sebagai upaya pencegahan korupsi yang berkelanjutan.

Itwasda memiliki peran strategis dalam pencegahan korupsi di lingkungan kepolisian, tetapi implementasinya masih terkendala oleh keterbatasan independensi dan budaya organisasi.Rekomendasi penelitian menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas pengawas serta integrasi hasil pengawasan ke dalam kebijakan internal.Efektivitas pengawasan memerlukan perbaikan sistem deteksi dini dan peningkatan transparansi pelaporan pelanggaran.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak independensi Itwasda terhadap efektivitas pencegahan korupsi di lingkungan kepolisian. 2. Analisis perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan auditor internal dalam meningkatkan kapasitas pengawasan berbasis risiko. 3. Studi tentang peran budaya organisasi dalam mendukung atau menghambat pelaksanaan pengawasan internal dapat memberikan wawasan baru untuk reformasi sistem pencegahan korupsi.

Read online
File size217.88 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test