ITATSITATS

KERNEL: Jurnal Riset Inovasi Bidang Informatika dan Pendidikan InformatikaKERNEL: Jurnal Riset Inovasi Bidang Informatika dan Pendidikan Informatika

Pengelolaan penyewaan fasilitas olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan fisik dan kunjungan langsung ke loket, sehingga kerap menimbulkan tumpang tindih jadwal (overlapping), ketidakakuratan pencatatan pendapatan, serta ketiadaan pemantauan real-time bagi pimpinan. Penelitian ini menjawab permasalahan tersebut dengan membangun aplikasi berbasis web untuk pengelolaan penyewaan dan pendapatan yang mengintegrasikan algoritma First Come First Served (FCFS) sebagai mekanisme penjadwalan antrean berbasis timestamp yang adil, dengan metode Rational Unified Process (RUP) sebagai pendekatan pengembangan sistem. Berbeda dari penelitian FCFS pada sistem reservasi sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada fungsi penjadwalan, kontribusi utama penelitian ini adalah mengintegrasikan penjadwalan FCFS dengan modul pengelolaan pendapatan yang akuntabel dan otomatis pada fasilitas olahraga milik instansi pemerintah daerah. Simulasi terhadap 5 data penyewa untuk mengilustrasikan mekanisme FCFS menghasilkan Average Turnaround Time (ATAT) sebesar 120 menit dan Average Waiting Time (AWT) sebesar 12 menit, membuktikan algoritma ini mampu menyelesaikan konflik penjadwalan pada fasilitas yang sama. Pengujian Blackbox Testing terhadap 21 skenario pada seluruh modul sistem menghasilkan tingkat keberhasilan 100%, menunjukkan aplikasi telah memenuhi spesifikasi kebutuhan fungsional. Sistem ini mendigitalisasi seluruh alur penyewaan, mulai dari registrasi dan pengecekan ketersediaan real-time, pemesanan berbasis FCFS, verifikasi pembayaran, penerbitan tiket digital, hingga pelaporan pendapatan periodik secara otomatis.

Penelitian ini berhasil membangun aplikasi berbasis web untuk pengelolaan penyewaan dan pendapatan fasilitas olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang dengan mengimplementasikan algoritma FCFS sebagai mekanisme penjadwalan antrean dan metode RUP sebagai pendekatan pengembangan sistem.js dan MySQL melalui empat fase RUP.Simulasi algoritma FCFS terhadap 5 data penyewa menghasilkan ATAT sebesar 120 menit dan AWT sebesar 12 menit.Waiting Time pada Penyewa 4 sebesar 60 menit merupakan konsekuensi logis dan adil dari penerapan prinsip first come first served pada fasilitas yang sama, bukan merupakan kegagalan sistem.Mekanisme non-preemptive database lock memastikan tidak ada satu pun slot yang dapat dipesan oleh lebih dari satu penyewa secara bersamaan, mengeliminasi seluruh kemungkinan terjadinya double booking.Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diungkapkan secara terbuka.Pertama, simulasi algoritma FCFS hanya menggunakan 5 data penyewa yang bersifat ilustratif sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan volume dan kompleksitas transaksi operasional Dispora yang sesungguhnya.pengujian dengan data transaksi riil dalam jumlah besar diperlukan untuk memvalidasi kinerja sistem pada kondisi operasional penuh.Kedua, pengujian sistem hanya menggunakan Blackbox Testing yang berfokus pada verifikasi fungsional, sehingga belum mencakup pengujian performa sistem (misalnya waktu respons pada beban pengguna tinggi) maupun pengujian usability yang mengukur kepuasan pengguna secara langsung.Ketiga, efektivitas algoritma FCFS pada penelitian ini belum dibandingkan secara empiris dengan algoritma penjadwalan lain seperti Priority Queue, Shortest Job First, atau Round Robin, sehingga klaim keunggulan FCFS pada bagian Pembahasan masih bersifat argumentatif berdasarkan tinjauan literatur.Keempat, data mengenai frekuensi tumpang tindih jadwal, volume transaksi, dan estimasi kerugian finansial pada sistem manual sebelumnya belum terdokumentasi secara kuantitatif, sehingga urgensi permasalahan pada bagian Pendahuluan disampaikan secara kualitatif berdasarkan hasil observasi dan wawancara.Hasil Blackbox Testing terhadap 21 skenario uji untuk delapan modul utama menghasilkan tingkat keberhasilan 100%.Sistem yang dikembangkan berhasil mendigitalisasi keseluruhan siklus layanan.registrasi dan verifikasi akun penyewa, pengecekan ketersediaan real-time, pemesanan berbasis FCFS, upload dan verifikasi pembayaran, penerbitan tiket digital, serta generate laporan pendapatan otomatis untuk pimpinan.(1) integrasi payment gateway untuk otomasi verifikasi pembayaran.(4) pengembangan aplikasi mobile untuk kemudahan akses penyewa.(5) pengujian performa sistem dan usability dengan pengguna nyata pada skala data transaksi yang lebih besar.serta (6) evaluasi komparatif algoritma FCFS terhadap algoritma penjadwalan lain seperti Priority Queue, Shortest Job First, dan Round Robin.

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah merupakan aspek fundamental untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan transparansi keuangan. Penerapan sistem terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, akuntabilitas pengelolaan aset, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan transparansi keuangan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan sistem informasi yang terintegrasi dengan berbagai layanan publik lainnya, seperti sistem reservasi online untuk fasilitas olahraga, sistem pembayaran online, dan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi dengan sistem akuntansi pemerintah daerah. Dengan demikian, sistem informasi yang terintegrasi ini dapat meningkatkan efisiensi operasional, akuntabilitas pengelolaan aset, serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan transparansi keuangan secara keseluruhan.

  1. Implementasi Algoritma First Come First Served pada Aplikasi Pengelolaan Pendapatan Sewa Fasilitas Olahraga... ejurnal.itats.ac.id/kernel/article/view/9120Implementasi Algoritma First Come First Served pada Aplikasi Pengelolaan Pendapatan Sewa Fasilitas Olahraga ejurnal itats ac kernel article view 9120
Read online
File size796.32 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test