UNARSUNARS

GrowthGrowth

Studi ini bertujuan menganalisis ketimpangan pembangunan wilayah dan merumuskan strategi perencanaan pembangunan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendekatan metode campuran digunakan, melibatkan analisis kuantitatif dengan Tipologi Klassen dan analisis kualitatif menggunakan analisis SWOT. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan lembaga terkait untuk periode 2021–2025. Temuan menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan antar kabupaten/kota, dengan Kota Yogyakarta termasuk wilayah berkembang pesat, Sleman sebagai wilayah berkembang tetapi tertekan, Gunungkidul dan Kulon Progo sebagai wilayah berkembang pesat, serta Bantul sebagai wilayah relatif tertinggal. Ketimpangan ini dipengaruhi oleh konsentrasi aktivitas ekonomi, distribusi investasi yang tidak merata, dan perbedaan struktur ekonomi antar wilayah. Berdasarkan analisis SWOT, kebijakan yang dapat diimplementasikan meliputi penguatan diversifikasi ekonomi berbasis lokal, penguatan kapasitas fiskal, dan tata kelola regional. Diperlukan kebijakan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga distribusi hasil pembangunan yang adil.

Ketimpangan pembangunan wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta masih signifikan, dengan konsentrasi pertumbuhan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.Wilayah seperti Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul menunjukkan kondisi relatif tertinggal.Analisis Tipologi Klassen menegaskan fenomena ketimpangan spasial yang dipengaruhi oleh teori kausalitas kumulatif Myrdal.Kebijakan perencanaan pembangunan harus berfokus pada pemerataan melalui diversifikasi ekonomi lokal, penguatan kapasitas fiskal, dan integrasi antarwilayah untuk menciptakan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak infrastruktur terhadap ketimpangan regional di DIY dengan pendekatan analisis geospasial. 2. Studi tentang efektivitas strategi SWOT dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan. 3. Analisis peran ekonomi kreatif dan UMKM dalam memperkuat struktur ekonomi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata di wilayah tertinggal.

  1. Determinants of Regional Development Disparities in the Java Economic Corridor | JAE (JURNAL AKUNTANSI... doi.org/10.29407/jae.v7i3.18926Determinants of Regional Development Disparities in the Java Economic Corridor JAE JURNAL AKUNTANSI doi 10 29407 jae v7i3 18926
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-030-46157-7_8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 030 46157 7 8
  3. Analisis Dampak Sosial Ekonomi dalam Pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten... doi.org/10.31334/bijak.v17i1.820Analisis Dampak Sosial Ekonomi dalam Pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport YIA di Kabupaten doi 10 31334 bijak v17i1 820
  4. Jurnal Ekonomi. analisis sektor ekonomi provinsi daerah istimewa yogyakarta jurnal authors shinta iffah... ecojoin.org/index.php/EJE/article/view/1111Jurnal Ekonomi analisis sektor ekonomi provinsi daerah istimewa yogyakarta jurnal authors shinta iffah ecojoin index php EJE article view 1111
Read online
File size491.86 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test