UNARSUNARS

GrowthGrowth

Penelitian ini menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap kinerja pegawai di instansi pemerintah dan organisasi lainnya. Lingkungan kerja fisik yang mencakup aspek seperti pencahayaan, sirkulasi udara, kebersihan, suhu, dan keamanan secara empiris terbukti memiliki efek signifikan terhadap kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas pegawai. Sementara itu, lingkungan kerja non fisik, yang diukur melalui indikator seperti pengawasan, suasana kerja, sistem penghargaan, rasa aman, dan perlakuan adil, juga memberikan kontribusi penting terhadap motivasi, loyalitas, dan optimalisasi kinerja pegawai. Metode penelitian menggunakan kuesioner dan analisis regresi linear berganda dengan responden dari berbagai sektor. Hasil menunjukkan bahwa kedua variabel lingkungan kerja secara bersamaan dan sebagian memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kontribusi variasi melebihi 60% dalam peningkatan kinerja. Temuan ini merekomendasikan agar organisasi lebih memperhatikan peningkatan lingkungan kerja fisik dan non fisik untuk mencapai kinerja pegawai optimal.

Lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai.Aspek lingkungan kerja fisik seperti pencahayaan memadai, sirkulasi udara baik, kebersihan, suhu yang sesuai, dan keamanan kerja meningkatkan kenyamanan dan motivasi kerja pegawai.Lingkungan kerja non fisik juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.Faktor pengawasan yang efektif, suasana kerja harmonis, sistem pemberian imbalan adil, rasa aman psikologis, serta perlakuan yang adil dan objektif dalam tugas dan penilaian kerja membangun kepercayaan, loyalitas, semangat kerja, dan motivasi pegawai.

Penelitian lanjutan dapat menggali peran teknologi dalam memperbaiki lingkungan kerja fisik dan non fisik, misalnya dengan mengkaji dampak penggunaan sistem manajemen lingkungan berbasis digital terhadap produktivitas pegawai. Selain itu, perlu diteliti pengaruh model kerja hybrid (campuran kerja di kantor dan remote) terhadap kinerja pegawai, terutama dalam konteks daerah pedesaan yang belum sepenuhnya memiliki infrastruktur digital yang memadai. Penelitian juga bisa fokus pada perbedaan pengaruh lingkungan kerja di antara generasi milenial dan generasi X/Y, termasuk bagaimana nilai budaya organisasi dan kepemimpinan inklusif memediasi hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja. Ketiga arah penelitian ini tidak hanya melengkapi temuan yang ada, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi baru.

  1. Pengaruh Lingkungan Kerja, Kepemimpinan Islami, Dan Budaya Organisasi Islami Terhadap Kinerja Karyawan... ejournalwiraraja.com/index.php/MISSY/article/view/3493Pengaruh Lingkungan Kerja Kepemimpinan Islami Dan Budaya Organisasi Islami Terhadap Kinerja Karyawan ejournalwiraraja index php MISSY article view 3493
  2. Pengaruh Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja Non Fisik dan Gaya Kepemimpinan Otoriter Terhadap Kinerja Karyawan... journal.paramadina.ac.id/index.php/madani/article/view/788Pengaruh Disiplin Kerja Lingkungan Kerja Non Fisik dan Gaya Kepemimpinan Otoriter Terhadap Kinerja Karyawan journal paramadina ac index php madani article view 788
  3. Pengaruh Lingkungan Kerja, Stres Kerja, dan Beban Kerja Terhadap Kinerja PT. Sakti Mobile Jakarta | Jurnal... ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/JKI/article/view/1708Pengaruh Lingkungan Kerja Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja PT Sakti Mobile Jakarta Jurnal ejurnal ubharajaya ac index php JKI article view 1708
  4. Pengaruh Komunikasi Efektif Dalam Human Relation Terhadap Kinerja Karyawan Serta Pembentukan Lingkungan... journal.appisi.or.id/index.php/konsensus/article/view/451Pengaruh Komunikasi Efektif Dalam Human Relation Terhadap Kinerja Karyawan Serta Pembentukan Lingkungan journal appisi index php konsensus article view 451
Read online
File size366.78 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test