PERBANASPERBANAS

Journal of Economics, Business, and Accountancy VenturaJournal of Economics, Business, and Accountancy Ventura

Penelitian ini menguji pengaruh globalisasi ekonomi dan tingkat fertilitas pada 14 provinsi pengekspor utama di Indonesia selama periode 2021-2025. Menggunakan data panel seimbang sebanyak 70 observasi, model ini diestimasi menggunakan Random Effects Model dengan metode Panel EGLS Cross-section Random Effects. Fertility Rate (FER) bertindak sebagai variabel terikat, sedangkan Women in Higher Education (WHE), Female Labour Employment (FLE), Family Development Index (FAM), Child Care (CLD), Foreign Direct Investment (FDI), Trade Openness (TO), dan Labour Leave Regulation (REG) berfungsi sebagai variabel bebas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa WHE, CLD, dan TO secara signifikan menurunkan FER, sementara FDI, FAM, dan REG menunjukkan tingkat signifikansi yang lebih lemah. FLE tidak signifikan secara statistik. Interaksi positif antara WHE*REG mengindikasikan bahwa regulasi cuti kerja memperlemah efek negatif pendidikan tinggi perempuan terhadap fertilitas, yang menegaskan pentingnya kebijakan cuti melahirkan yang lebih kuat serta sinergi lintas kementerian. Hasil-hasil ini menyoroti perlunya keselarasan institusional antara ekspansi ekonomi berbasis perdagangan dan kebijakan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa perluasan manfaat cuti melahirkan serta pembakuan tata kelola kebijakan lintas kementerian sangat penting untuk menjaga keberlanjutan demografis di negara berkembang yang mengalami globalisasi secara pesat.

Studi ini mengungkapkan bahwa dinamika fertilitas di provinsi-provinsi pengekspor utama Indonesia dibentuk oleh interaksi antara globalisasi ekonomi, transformasi sosial-ekonomi perempuan, pengembangan keluarga, dukungan perawatan anak, dan pengaturan institusional terkait tenaga kerja.Fertilitas bukanlah fenomena demografis seragam, melainkan mencerminkan heterogenitas regional yang signifikan dalam struktur ekonomi, kondisi sosial, dan kapasitas institusional.Pendidikan tinggi perempuan, ketersediaan perawatan anak, dan perdagangan terbuka muncul sebagai faktor paling berpengaruh yang terkait dengan penurunan fertilitas, sementara FDI, pengembangan keluarga, dan regulasi cuti kerja menunjukkan efek yang lebih lemah.Namun, penyerapan tenaga kerja perempuan tidak menjelaskan perubahan fertilitas secara signifikan, menunjukkan bahwa status pekerjaan saja mungkin tidak cukup tanpa mempertimbangkan kualitas pekerjaan, keamanan, fleksibilitas, dan kondisi dukungan keluarga.

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada kebijakan keluarga ramah pekerja, termasuk perlindungan pekerja yang lebih kuat, cuti kerja yang terjangkau, perawatan anak yang terjangkau, dan fleksibilitas tempat kerja yang lebih besar. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya dirancang untuk meningkatkan fertilitas, tetapi juga untuk mengurangi konflik antara pekerjaan dan pembentukan keluarga, serta memungkinkan perempuan dan rumah tangga untuk membuat keputusan reproduksi dengan dukungan institusional yang lebih besar. Penelitian masa depan harus menggunakan periode observasi yang lebih lama, data tingkat rumah tangga, dan pendekatan mediasi atau spasial untuk lebih menyelidiki mekanisme yang menghubungkan globalisasi, institusi pasar kerja, dan fertilitas.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-020-09013-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site bmcpublichealth biomedcentral articles 10 1186 s12889 020 09013 9
Read online
File size553.96 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test