UBUB

Journal of Indonesian Tourism and Development StudiesJournal of Indonesian Tourism and Development Studies

Ekowisata merupakan isu global yang belakangan ini banyak dibicarakan di Indonesia, yaitu salah satu aktivitas yang menarik minat wisatawan dengan dampak rendah terhadap lingkungan alam. Kehadiran ekowisata dalam era pengembangan pariwisata berkelanjutan seharusnya meminimalkan dampak negatif, baik terhadap sumber daya lingkungan maupun nilai-nilai budaya lokal. Aktivitas ekowisata lebih berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, ekosistem alami, dan belum tercemar. Namun, ketika semua pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari dampak negatif, seperti kerusakan ekosistem di objek ekowisata saat dikunjungi oleh jumlah besar wisatawan, terdapat banyak konflik kepentingan antara pengelola ekowisata dengan masyarakat lokal, terutama mengenai pembagian manfaat dan aksesibilitasnya. Tujuan dari kertas ini adalah mengidentifikasi dampak lingkungan yang muncul sebagai hasil dari aktivitas ekowisata dan menemukan alternatif upaya dalam mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas ekowisata. Kemampuan daya tampung ekowisata tidak hanya terbatas pada jumlah kunjungan, tetapi juga mencakup aspek lain, seperti: (1) kapasitas ekologis, yaitu kemampuan lingkungan alam dalam memenuhi kebutuhan wisatawan, (2) kapasitas fisik, yaitu kemampuan fasilitas dan infrastruktur dalam memenuhi kebutuhan wisatawan, (3) kapasitas sosial, yaitu kemampuan menyerap aktivitas pariwisata tanpa dampak negatif pada masyarakat lokal, (4) kapasitas ekonomi, yaitu kemampuan menyerap usaha komersial destinasi dan menampung kepentingan ekonomi lokal.

Ekowisata memiliki peran penting dalam konteks pengembangan berkelanjutan karena memberikan potensi tinggi bagi sektor swasta untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya alam serta mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, terutama di daerah pedesaan sekitar destinasi ekowisata.Dampak lingkungan dari aktivitas ekowisata perlu diminimalkan melalui pendekatan daya tampung ekowisata yang holistik, termasuk aspek ekologis, fisik, sosial, dan ekonomi.Pengelolaan ekowisata yang efektif memerlukan keterlibatan aktif masyarakat lokal, pengawasan pemerintah, serta penelitian lanjutan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi kualitatif tentang dampak jangka panjang dari keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata, terutama dalam konteks perubahan pola hidup dan nilai-nilai budaya. Selain itu, penelitian tentang pengaruh infrastruktur pariwisata terhadap ekosistem alami di daerah ekowisata perlu dilakukan untuk mengidentifikasi solusi berbasis teknologi ramah lingkungan. Terakhir, penelitian eksploratif tentang model ekowisata yang berbeda di berbagai wilayah Indonesia dapat membantu mengembangkan pendekatan adaptif yang sesuai dengan karakteristik lokal.

Read online
File size609.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test