POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Jumlah kasus baru HIV di DKI Jakarta meningkat setiap tahunnya. Wilayah Jakarta Timur memiliki insiden kasus tertinggi kasus HIV. Peningkatan kasus HIV tidak diikuti dengan kesadaran melakukan tes HIV khususnya ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengalaman tenaga kesehatan dalam melakukan tes HIV pada ibu hamil. Metode penelitian adalah deskriptif naratif dengan partisipan tenaga kesehatan yang melakukan tes HIV pada ibu hamil. Penelitian dilaksanakan di dua Puskesmas wilayah Jakarta Timur. Wawancara menggunakan pertanyaan terstruktur dilakukan selama 30 – 55 menit dan direkam menggunakan digital voice recorder dengan 13 partisipan. Data dianalisis menggunakan teknik konten analisis. Empat tema yang didapatkan adalah tes HIV wajib dilakukan pada ibu hamil pada kunjungan pertama (K1); penekanan penjelasan akan manfaat tes HIV untuk pencegahan penularan HIV anak; koordinasi dalam pelaksanaan tes HIV pada ibu hamil dan penanganan bagi yang positif HIV; dan tantangan dalam pelaksanaan tes HIV pada ibu hamil. Adanya promosi kesehatan akan pentingnya tes HIV pada ibu hamil perlu dilakukan sejak usia dini dan perlunya tambahna penyediaan reagen tes HIV untuk ibu yang berasal dari wilayah lain. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tes HIV pada ibu hamil.

Puskesmas Kecamatan di wilayah Jakarta Timur telah melakukan tes HIV pada semua ibu hamil pada kunjungan pertama kehamilan di Puskesmas.Tes HIV termasuk dalam program triple eliminasi berdasarkan permenkes no.52 tahun 2017 mengenai eliminasi penularan human immunodeficiency virus, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak dalam upaya pemutusan penularan dari ibu ke anak.Upaya tenaga kesehatan dalam mendorong ibu melakukan tes HIV dengan menjelaskan manfaat dan kegunaan tes untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke janin sedini mungkin.Program ini meningkatkan jumlah ibu hamil yang melakukan tes HIV dan dapat dilakukan terapi ARV sedini mungkin dalam mencegah penularan HIV pada ibu hamil.

Dibutuhkan pengembangan program pendidikan kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya tes HIV sejak dini. Koordinasi yang lebih efektif antara Puskesmas dengan klinik swasta dan bidan praktek mandiri dapat meningkatkan akses reagen dan fasilitas pengobatan ARV. Implementasi unit layanan mobile untuk tes HIV di daerah dengan akses terbatas dapat memastikan semua ibu hamil mendapatkan pemeriksaan tepat waktu. Selain itu, pengembangan sistem informasi elektronik untuk pelacakan ibu hamil positif HIV akan memudahkan tindak lanjut pengobatan dan monitoring kehamilan.

Read online
File size323.57 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test