KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUS

Berbicara di depan umum merupakan kompetensi krusial yang harus dipupuk sejak jenjang sekolah dasar. Namun, observasi di SDN Panglegur 2 menunjukkan bahwa siswa kelas lima masih menghadapi tantangan di bidang ini, terutama dalam hal kepercayaan diri, bahasa tubuh, intonasi, dan kontak mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kegiatan diskusi dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Diskusi disusun secara sistematis dan diakhiri dengan presentasi, yang memungkinkan siswa berlatih berbicara di depan teman-temannya. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa untuk menyampaikan gagasan secara koheren, mengelola intonasi, menerapkan bahasa tubuh yang tepat, dan menjaga kontak mata. Lebih lanjut, perilaku sosial positif seperti toleransi, empati, dan mendengarkan secara aktif juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Wawancara mengungkapkan bahwa siswa menjadi lebih percaya diri, termotivasi, dan nyaman berbicara di depan umum, meskipun awalnya merasa khawatir. Kesimpulannya, kegiatan diskusi terstruktur terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan berbicara di depan umum sekaligus mendorong perkembangan sosial-emosional siswa.

Penelitian yang dilakukan di SDN Panglegur 2 menemukan bahwa menggabungkan kegiatan diskusi yang diikuti dengan presentasi secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum siswa kelas lima.Peningkatan ini terlihat dari penyampaian ide yang lebih terorganisir, penggunaan bahasa tubuh, intonasi, dan kontak mata yang lebih baik, serta perkembangan sifat-sifat sosial yang positif seperti toleransi, empati, dan mendengarkan secara aktif.Wawancara siswa semakin mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi, dan kenyamanan dalam berbicara di depan kelas, bahkan di antara mereka yang awalnya merasa cemas.Oleh karena itu, penggunaan diskusi tidak hanya memperkuat keterampilan komunikasi verbal tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan sosial-emosional siswa, sebagaimana dibuktikan melalui evaluasi kinerja dan wawancara komprehensif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi interaktif, seperti platform digital atau aplikasi simulasi presentasi, dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa saat berbicara di depan umum. Selain itu, studi lebih lanjut bisa mengkaji perbedaan efektivitas metode diskusi terstruktur versus diskusi spontan dalam membangun keterampilan komunikasi. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada integrasi pelatihan public speaking dengan materi pembelajaran lain, seperti seni atau sains, untuk melihat apakah pendekatan lintas disiplin meningkatkan partisipasi dan keterampilan siswa secara lebih holistik.

  1. Pelatihan Komunikasi Publik Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA Di Kabupaten Tangerang | Prosiding... prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/707Pelatihan Komunikasi Publik Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA Di Kabupaten Tangerang Prosiding prosiding pkmcsr index php pkmcsr article view 707
  2. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Model Tanam Paksa Siswa Kelas X Pemasaran... journal.unesa.ac.id/index.php/jp/article/view/232Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Model Tanam Paksa Siswa Kelas X Pemasaran journal unesa ac index php jp article view 232
Read online
File size309.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test