KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUS

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia. Namun demikian, minat masyarakat untuk melakukan pembelajaran di pesantren masih rendah. Dalam pelaksanaannya, perlu adanya manajemen kurikulum pesantren guna mengubah pandangan masyarakat pada pesantren menjadi positif. Pandangan masyarakat akan mempengaruhi citra suatu pesantren yang juga akan mempengaruhi minat santri dalam memilih pesantren. Minat santri dalam memilih Pesantren terdiri dari faktor internal dan eksternal. Tujuan adanya penelitian ini yakni melakukan analisis pelaksanaan manajemen kurikulum pesantren guna menarik minat calon santri baru. Metode yang digunakan yakni literature research dengan menghimpun artikel-artikel terdahulu dan menganalisisnya sesuai topik pembahasan. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen kurikulum pesantren yang baik yaitu sesuai dengan metode POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Manajemen kurikulum tersebut akan menghasilkan program-program kurikulum pesantren serta faktor-faktor lain sebagai bahan promosi pesantren yang mampu menarik minat santri dari segi faktor luar yang akan merangsang faktor dari dalam diri calon santri. Semakin suatu pesantren dikenal baik oleh masyarakat maka minat santri untuk masuk ke dalam pesantren juga akan meningkat.

Manajemen kurikulum pesantren sangat terkait dengan fungsi manajemen secara umum yaitu Planning, Organizing, Actuating, Controlling atau biasa disebut dengan POAC.Pelaksanaan manajemen kurikulum pesantren yang sejalan dengan perencanaan manajemen kurikulum akan menghasilkan beberapa hasil seperti program-program di pesantren berjalan dengan baik, hubungan pada masyarakat yang baik, output santri yang berkarakter, serta meningkatkan kegiatan promosi pesantren pada masyarakat luas.Semakin dikenalnya suatu pesantren akibat hal tersebut maka calon santri suatu pesantren juga akan meningkat.Di mana calon santri akan melihat faktor-faktor atau komponen-komponen kelebihan suatu Pesantren yang meningkatkan minatnya pada pembelajaran di Pesantren.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan kurikulum pesantren berbasis teknologi digital untuk menarik generasi muda yang lebih familiar dengan media modern. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi integrasi mata pelajaran umum seperti sains dan teknologi dengan pendidikan agama dalam kurikulum pesantren agar menciptakan lulusan yang kompetitif di era global. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang dampak metode POAC dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan keterlibatan santri dapat memberikan wawasan baru untuk optimalisasi manajemen kurikulum pesantren.

  1. Partisipasi Masyarakat Desa dalam Pendidikan Pesantren sebagai Upaya Pengembangan Manajemen Budaya Islami... doi.org/10.36088/manazhim.v1i1.141Partisipasi Masyarakat Desa dalam Pendidikan Pesantren sebagai Upaya Pengembangan Manajemen Budaya Islami doi 10 36088 manazhim v1i1 141
  2. IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI SANTRI DI PONDOK PESANTREN... doi.org/10.19105/re-jiem.v3i1.2957IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI SANTRI DI PONDOK PESANTREN doi 10 19105 re jiem v3i1 2957
  3. Corak Representasi Identitas Ustadz dalam Proses Transmisi Pendidikan Karakter di Pesantren | Jurnal... ojs.pps-ibrahimy.ac.id/index.php/jpii/article/view/58Corak Representasi Identitas Ustadz dalam Proses Transmisi Pendidikan Karakter di Pesantren Jurnal ojs pps ibrahimy ac index php jpii article view 58
  4. DOI Name 10.14421 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc jami research centre... doi.org/10.14421DOI Name 10 14421 Values name values index type timestamp data serv crossref desc jami research centre doi 10 14421
Read online
File size279.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test