KAHURIPANKAHURIPAN
JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUSDi era society 5.0, banyak tantangan dan perubahan yang harus dilakukan termasuk tindakan yang harus dilakukan lembaga pendidikan sebagai langkah awal dalam mengembangkan SDM yang unggul. Guru sebagai SDM membutuhkan bimbingan dan pengembangan hingga mencapai tujuan profesional. Merancang program pembinaan akan lebih mudah dengan pengetahuan prototipe guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi terkait pembinaan profesionalisme berdasarkan prototipe guru. Sumber data yang digunakan diperoleh dalam buku, jurnal dan artikel. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Di era society 5.0, kompetensi profesional guru meliputi keterampilan dan pengetahuan khusus dalam bidang kependidikan dalam rangka memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal sebagai seorang guru. Selain itu, guru juga harus memiliki kecakapan hidup abad ke-21 dan ketrampilan di bidang digital serta diharapkan selalu inovatif. Guru yang professional dalam pelaksanaan tanggung jawab mereka, akan tampak dalam tiga hal yakni, keahlian terhadap bidangnya, memiliki rasa tanggung jawab, dan rasa kebersamaan; (2) Jika dilihat dari perspektif abstraksi dan komitmen, ada empat jenis guru, yakni dropout teacher, unfocused worker, analytical observer, dan professional teacher; (3) Pembinaan Supervisi untuk dropout teacher dengan pendekatan direktif, pendekatan kolaboratif untuk unfocused worker dan analytical observer, dan pendekatan nondirektif untuk professional teacher.
Dari hasil paparan di atas dapat kita ambil tiga kesimpulan yaitu, (1) di era society 5.0, kompetensi profesional seorang guru meliputi keterampilan dan pengetahuan khusus dalam bidang kependidikan dalam rangka memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal sebagai seorang guru.Selain itu, seorang guru juga harus memiliki kecakapan hidup abad ke-21 dan ketrampilan di bidang digital serta diharapkan selalu inovatif.Guru yang professional dalam pelaksanaan tanggung jawab mereka, akan tampak dalam tiga hal yakni, keahlian terhadap bidangnya, memiliki rasa tanggung jawab, dan rasa kebersamaan.(2) Ada empat klasifikasi prototipe guru jika dilihat dari tingkat penalaran dan tingkat dedikasi atau komitmennya, yaitu 1) guru level 1 yang memiliki tingkat penalaran dan dedikasi yang rendah, 2) guru level 2 yang memiliki tingkat penalaran yang rendah.namun memiliki dedikasi tinggi, 3) guru tingkat 3 yang memiliki tingkat penalaran yang tinggi namun memiliki dedikasi yang rendah, terakhir 4) guru yang memiliki tingkat penalaran dan dedikasi yang tinggi.(3) Kondisi dan perkembangan guru yang disupervisi menentukan bagaimana supervisi dikembangkan.Pendekatan yang dipilih yakni pendekatan direktif, kolaboratif, dan nondirektif.Adapun pendekatan yang diperuntuhkan kepada guru pada level 1 (Dropout Teacher) adalah direktif, pendekatan yang ditujukan untuk guru pada level 2 (Unfocused Worker) dan 3 (Analytical Observer) adalah kolaboratif, dan pendekatan yang diperuntuhkan kepada guru pada level 4 (Professional Teacher) adalah nondirektif.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih dalam tentang tantangan dan perubahan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan di era society 5.0, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan SDM yang unggul. (2) Meneliti lebih lanjut tentang prototipe guru dan bagaimana pembinaan yang tepat dapat meningkatkan profesionalisme mereka. (3) Mengembangkan program pembinaan dan pengembangan profesional guru yang selaras dengan tujuan profesional, dengan mempertimbangkan tingkat abstraksi dan komitmen guru. (4) Melakukan studi komparatif tentang pendekatan supervisi yang efektif untuk setiap prototipe guru, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti perubahan perilaku, efisiensi, dan keberlanjutan. (5) Meneliti dampak dari pembinaan profesionalisme guru terhadap kualitas pendidikan dan prestasi siswa di era society 5.0.
| File size | 226.74 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
KAHURIPANKAHURIPAN (3) Evaluasi meliputi penilaian awal, penilaian formatif, dan penilaian sumatif yang berupa karya puisi. (4) Kendala utama yang dihadapi adalah pengelolaan(3) Evaluasi meliputi penilaian awal, penilaian formatif, dan penilaian sumatif yang berupa karya puisi. (4) Kendala utama yang dihadapi adalah pengelolaan
KAHURIPANKAHURIPAN Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat respons mahasiswa dalam menyelesaikan soal logika matematika berdasarkan Taksonomi SOLO dan mengidentifikasiPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat respons mahasiswa dalam menyelesaikan soal logika matematika berdasarkan Taksonomi SOLO dan mengidentifikasi
STAIDHTULUNGAGUNGSTAIDHTULUNGAGUNG Selain itu, pemeliharaan Hak Asasi Manusia (HAM) diakui sebagai hak alamiah yang diberikan oleh Allah. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, diharapkan umatSelain itu, pemeliharaan Hak Asasi Manusia (HAM) diakui sebagai hak alamiah yang diberikan oleh Allah. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, diharapkan umat
KAHURIPANKAHURIPAN Temuan penelitian ini menegaskan bahwa eksistensi Program MGMP IPS yang dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan menjadi salah satu strategi efektifTemuan penelitian ini menegaskan bahwa eksistensi Program MGMP IPS yang dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan menjadi salah satu strategi efektif
KAHURIPANKAHURIPAN Guru mendapatkan pelatihan pembelajaran kurikulum merdeka, inti dari kurikulum merdeka yakni Kurikulum Merdeka hadir untuk menyempurnakan implementasiGuru mendapatkan pelatihan pembelajaran kurikulum merdeka, inti dari kurikulum merdeka yakni Kurikulum Merdeka hadir untuk menyempurnakan implementasi
KAHURIPANKAHURIPAN Hasil penelitian ini adalah perencanaan strategik SMAN 1 Kalidawir yang dilakukan melalui kegiatan pembentukan tim perumus visi dan misi, perencanaan jangkaHasil penelitian ini adalah perencanaan strategik SMAN 1 Kalidawir yang dilakukan melalui kegiatan pembentukan tim perumus visi dan misi, perencanaan jangka
KAHURIPANKAHURIPAN Kesimpulannya, pemanfaatan media puzzle dalam pembelajaran IPS di kelas 5 SD Negeri 2 Koreak dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan media puzzleKesimpulannya, pemanfaatan media puzzle dalam pembelajaran IPS di kelas 5 SD Negeri 2 Koreak dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan media puzzle
KAHURIPANKAHURIPAN Sasaran penelitian ini atau yang menjadi subyek penelitian adalah 10 orang guru di UPTD SDN Demangan 2, Kec. Bangkalan Kabupaten Bangkalan Tahun PelajaranSasaran penelitian ini atau yang menjadi subyek penelitian adalah 10 orang guru di UPTD SDN Demangan 2, Kec. Bangkalan Kabupaten Bangkalan Tahun Pelajaran
Useful /
STAIDHTULUNGAGUNGSTAIDHTULUNGAGUNG Oleh karena itu, agar dapat berkembang, tugas kepala sekolah sebagai supervisor menuntut kecermatan dan kecerdasan kepala sekolah dalam menilai hal-halOleh karena itu, agar dapat berkembang, tugas kepala sekolah sebagai supervisor menuntut kecermatan dan kecerdasan kepala sekolah dalam menilai hal-hal
UQGRESIKUQGRESIK Penelitian ini mengkaji tentang pewarisan menurut KUHPerdata dan hukum islam, pengaturannya berbeda antara hukum waris perdata dengan hukum waris islam.Penelitian ini mengkaji tentang pewarisan menurut KUHPerdata dan hukum islam, pengaturannya berbeda antara hukum waris perdata dengan hukum waris islam.
KAHURIPANKAHURIPAN Analisis gaya bahasa, imaji, dan nilai pendidikan karakter pada lirik lagu tersebut dapat direlevansikan sebagai materi ajar bahasa Indonesia di SMA. GayaAnalisis gaya bahasa, imaji, dan nilai pendidikan karakter pada lirik lagu tersebut dapat direlevansikan sebagai materi ajar bahasa Indonesia di SMA. Gaya
KAHURIPANKAHURIPAN Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implikasi perpustakaan digital IAIN Madura dalam meningkatkan kuotien digital mahasiswa Program Studi PGMI.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implikasi perpustakaan digital IAIN Madura dalam meningkatkan kuotien digital mahasiswa Program Studi PGMI.