KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUS

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat respons mahasiswa dalam menyelesaikan soal logika matematika berdasarkan Taksonomi SOLO dan mengidentifikasi miskonsepsi pada setiap tingkat respons. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Wahidiyah Kediri dengan subjek empat mahasiswa semester 2 yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan lima tingkat respons: prestructural (M4), unistructural (M3), multistructural (M2), relational (M1) dan extended abstract. Tingkat prestructural belum memahami materi dengan kesalahan menentukan jumlah baris tabel kebenaran, unistructural kesulitan membedakan operasi logika, multistructural memahami beberapa aspek namun terpisah, relational dapat menghubungkan berbagai aspek dan menerapkannya dalam konteks tertentu sedangkan extended abstract mampu menerapkan dalam konteks baru atau membuat generalisasi. Miskonsepsi terjadi pada tiga tingkat pertama, kecuali relational dan extended abstract. Penelitian ini menyimpulkan Taksonomi SOLO efektif mengidentifikasi tingkat pemahaman dan miskonsepsi mahasiswa.

Berdasarkan hasil penelitian, Taksonomi SOLO efektif digunakan sebagai kerangka diagnostik untuk mengidentifikasi tingkat respons mahasiswa dalam menyelesaikan soal logika matematika.Tingkat respons mahasiswa terbagi menjadi lima kategori, yakni prestructural, unistructural, multistructural, relational, dan extended abstract.Miskonsepsi terdeteksi pada mahasiswa di tingkat prestructural, unistructural, maupun multistructural, dengan karakteristik yang bervariasi sesuai dengan kedalaman pemahaman masing-masing tingkat.Mahasiswa pada tingkat relational dapat menghubungkan berbagai aspek dan menerapkannya dalam konteks tertentu serta terbebas dari miskonsepsi.Sedangkan pada tingkat extended abstract tidak ditemukan jawaban dari hasil tes dan wawancara yang mencapai pada tingkat extended abstract yaitu tingkat tertinggi mahasiswa yang tidak hanya memahami materi secara utuh, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks baru atau membuat generalisasi.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang penerapan Taksonomi SOLO dalam mata pelajaran lain seperti fisika atau biologi untuk melihat apakah pola respons mahasiswa serupa. Selain itu, perlu dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan beragam untuk memastikan validitas temuan ini di berbagai konteks pendidikan. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengembangan strategi pembelajaran berbasis teknologi untuk membantu mahasiswa mengatasi miskonsepsi, terutama pada tingkat prestructural dan unistructural, dengan memanfaatkan media interaktif atau simulasi digital.

  1. HAMBATAN EPISTEMOLOGI PEMAHAMAN KONSEPTUAL BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO SISWA | Jurnal AlphaEuclidEdu.... jurnal.untan.ac.id/index.php/AlphaEuclidEdu/article/view/41654HAMBATAN EPISTEMOLOGI PEMAHAMAN KONSEPTUAL BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO SISWA Jurnal AlphaEuclidEdu jurnal untan ac index php AlphaEuclidEdu article view 41654
  2. Assessing Pre-service Mathematics Education Teachers Deductive Reasoning via Proof Writing in Basic Geometry:... jpp.fkip.unila.ac.id/index.php/jpp/article/view/349Assessing Pre service Mathematics Education Teachers Deductive Reasoning via Proof Writing in Basic Geometry jpp fkip unila ac index php jpp article view 349
Read online
File size641.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test