ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Studi tentang ekosistem mangrove, struktur komunitas gastropoda, dan pengaruh hidrooseanografi di tiga titik stasiun di Pulau Selayar dilakukan dari Maret hingga April 2017. Penelitian ini bertujuan menunjukkan kepadatan mangrove dalam kondisi berbeda, mengungkap struktur komunitas gastropoda, dan pengaruh hidrooseanografi. Penelitian dianalisis menggunakan metode indeks Shannon Wiener dan Analisis Komponen Utama (PCA). Hasil penelitian menunjukkan: 1) nilai kepadatan mangrove di tiga stasiun, yaitu: a) stasiun 1 (0,35); b) stasiun 2; dan c) stasiun 3 (0,16); 2) nilai kepadatan gastropoda, yaitu: a) stasiun 1 (3,44); b) stasiun 2 (3,00); c) stasiun 3 (2,81). Nilai frekuensi relatif dan absolut tertinggi semua stasiun adalah Littorina Scabra dan terendah adalah Terrebralia Pallustris. Nilai indeks keanekaragaman spesies gastropoda di berbagai stasiun berkisar dari 1,00 hingga 1,45 dan nilai indeks keseragaman berkisar dari 0,25 hingga 0,31, yang masih relatif rendah. Pola distribusi gastropoda yang diklasifikasikan sebagai kelompok komunitas di setiap stasiun berkisar antara 2,53-8,53. Hasil Analisis Komponen Utama menunjukkan bahwa gastropoda di setiap stasiun dipengaruhi oleh faktor lingkungan (Hidro Oseanografi).

Faktor lingkungan hidrooseanografi memiliki keterkaitan dengan komunitas gastropoda pada kondisi mangrove berbeda di Kabupaten Kepulauan Selayar.Terdapat perbedaan kepadatan mangrove dan komunitas gastropoda di berbagai stasiun, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.Usaha pelestarian ekosistem mangrove perlu mendapatkan perhatian yang cukup baik bagi masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah setempat untuk selalu menjaga kelestarian lingkungannya.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengkaji dampak spesifik faktor lingkungan seperti salinitas atau suhu terhadap variasi spesies gastropoda di ekosistem mangrove. Kedua, studi perlu dilakukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang aktivitas manusia, seperti perubahan penggunaan lahan, terhadap keanekaragaman biologis dan struktur komunitas gastropoda. Ketiga, penelitian dapat mengkomparasi area mangrove yang berbeda untuk memahami bagaimana kondisi lingkungan yang berbeda memengaruhi keberlanjutan ekosistem dan keseimbangan ekologis. Saran-saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang hubungan kompleks antara faktor lingkungan dan komunitas biologis, serta memberikan dasar untuk strategi konservasi yang lebih efektif.

Read online
File size358.45 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test