KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUS

Infiltrasi radikalisme digital mulai mengancam anak usia dini, sehingga penanaman karakter kebangsaan sejak masa golden age mutlak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kurikulum kebangsaan-pesantren dan kontribusi pendampingan perguruan tinggi di PAUD Pesantren Nurul Barokah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan integrasi kurikulum kedinasan dan kepesantrenan sukses diterapkan secara halus melalui pembiasaan perilaku harian, lagu kebangsaan Yaa Lal Wathan, dan metode Tilawati yang menyenangkan. Kolaborasi Universitas Cipasung Tasikmalaya memberikan sumbangsih metodologis penting lewat strategi bimbingan konseling Penyisipan Kreatif yang efektif menutup celah eksklusivisme. Dampak sosialnya tepercaya melahirkan generasi yang saleh secara agama sekaligus inklusif di masyarakat.

Integrasi kurikulum di Taman Asuh Anak Muslim Pesantren Nurul Barokah Cisayong berhasil menyinergikan pendidikan keagamaan khas pesantren dengan kurikulum nasional ramah anak untuk memperkuat karakter kebangsaan anak usia dini.Penanaman nilai-nilai nasionalisme tidak dilakukan melalui doktrin politik yang kaku, melainkan secara halus lewat pembiasaan perilaku sehari-hari dan metode keagamaan yang menyenangkan seperti Tilawati.Keberhasilan ini didukung penuh oleh kolaborasi aktif Civitas Akademika Universitas Cipasung Tasikmalaya yang memberikan kontribusi metodologis penting melalui rancangan bimbingan konseling dengan strategi Penyisipan Kreatif.Dengan memadukan media bercerita (storytelling), lagu kebangsaan bernuansa religi seperti Yaa Lal Wathan, serta upacara bendera sederhana, program asistensi ini mampu menghadirkan stimulus psikologis yang efektif sehingga nilai-nilai toleransi dan patriotisme dapat diserap dengan menyenangkan serta identitas keislamannya.Penerapan kurikulum integratif dan bimbingan konseling bercorak humanis ini terbukti efektif dalam memitigasi potensi radikalisme sejak dini dengan cara menutup celah eksklusivisme pada fase usia emas (golden age).Melalui pembiasaan sikap terbuka, tolong-menolong, dan toleran (tasamuh) terhadap perbedaan di lingkungan sebaya, anak-anak diajarkan untuk menghargai kemajemukan sebagai bagian dari nilai kebangsaan dan keagamaan.Dampak positif dari program ini dikonfirmasi langsung oleh tanggapan masyarakat sekitar Cisayong yang merasa aman dan bersyukur atas pengondisian karakter tersebut.Sinergi ini membuktikan bahwa pembentukan karakter yang seimbang mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya memiliki kesalehan spiritual-keagamaan yang kuat, melainkan juga memiliki kesalehan sosial yang inklusif, toleran, dan harmonis di tengah kehidupan masyarakat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut:. . 1. Menganalisis lebih dalam tentang strategi Penyisipan Kreatif dan dampaknya terhadap perkembangan karakter kebangsaan anak usia dini. Penelitian ini dapat fokus pada aspek-aspek seperti efektivitas metode, penerimaan anak terhadap strategi ini, dan bagaimana strategi ini dapat disesuaikan dengan berbagai konteks dan budaya lokal.. . 2. Mengkaji lebih lanjut tentang peran perguruan tinggi dalam kolaborasi pendidikan karakter kebangsaan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi metodologis yang lebih luas dan berkelanjutan, serta bagaimana kolaborasi ini dapat ditingkatkan dan diperluas ke lembaga-lembaga pendidikan lainnya.. . 3. Meneliti dampak jangka panjang dari integrasi kurikulum kebangsaan-pesantren terhadap karakter kebangsaan anak. Penelitian ini dapat mengamati bagaimana karakter kebangsaan anak berkembang seiring waktu, dan bagaimana kolaborasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan.

Read online
File size354.01 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test