UNDIPUNDIP

DIMJDIMJ

Tuberculosis adalah penyakit menular yang dapat mempengaruhi hampir semua jaringan dan organ, terutama menyebabkan infeksi paru-paru. Tuberculosis telah menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Diperkirakan sepertiga populasi global terinfeksi tuberculosis dari pasien TB aktif. Target global dan tonggak untuk mengurangi insiden dan mortalitas TB telah ditetapkan sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan End TB Strategy. Pada tahun 2030, rencana TB bertujuan untuk penurunan 90% mortalitas TB dan penurunan 80% insiden TB (kasus baru dan kambuh per 100.000 populasi per tahun) antara 2015 dan 2030. Indonesia memiliki beban TB tertinggi kedua di dunia, setelah India, menurut Global TB Report 2022. WHO memperkirakan ada 969.000 kasus TB di Indonesia, dengan tingkat pemberitahuan 717.941 kasus. Insiden TB di Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan 969.000 kasus, atau 354 per 100.000 populasi. Kasus TB-HIV diperkirakan 22.000 per tahun, atau 8,1 per 100.000 populasi. Jumlah perkiraan kasus MDR/RR TB pada tahun 2021 adalah 28.000, atau 10 per 100.000, meningkat 17% dari 24.000 kasus pada tahun 2020. Ini mewakili tingkat 15% per 100.000 populasi. Kasus tuberculosis yang resisten obat terdeteksi pada 12.531 pasien, menghasilkan cakupan 51%.

Ada perbedaan yang signifikan dalam profil hematologis pasien tuberculosis multiresisten sebelum dan selama pengobatan dengan rejimen BPaL.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempertimbangkan penyebab anemia lainnya dan komorbiditas pasien yang mendasari.Studi masa depan juga harus mengevaluasi interpretasi dahak, memperluas secara khusus parameter darah perifer yang berubah, dan melakukan studi komparatif untuk membandingkan profil hematologis pasien yang menggunakan rejimen BPaL dengan pasien yang menggunakan rejimen obat alternatif.

Untuk meningkatkan pemahaman tentang efek rejimen BPaL pada profil hematologis, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi interpretasi dahak, memperluas parameter darah perifer yang berubah, dan melakukan studi komparatif antara pasien yang menggunakan rejimen BPaL dan rejimen obat alternatif. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan penyebab anemia lainnya dan komorbiditas pasien yang mendasari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap optimasi manajemen tuberculosis multiresisten di Indonesia.

  1. Effects of the BPAL Regimen On Hematological Parameters In Patients With Multidrug-Resistant Tuberculosis... doi.org/10.14710/dimj.v7i1.30994Effects of the BPAL Regimen On Hematological Parameters In Patients With Multidrug Resistant Tuberculosis doi 10 14710 dimj v7i1 30994
Read online
File size543.1 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test