UNDIPUNDIP
DIMJDIMJDown syndrome adalah gangguan bawaan yang disebabkan oleh kegagalan pemisahan kromosom 21 selama pembelahan sel, yang menyebabkan gangguan informasi genetik. Anak-anak dengan sindrom Down memiliki penampilan fisik yang khas, seperti mata yang sempit, lidah yang besar, dan kecenderungan untuk memiliki tinggi badan yang pendek.1 Sindrom ini juga dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh, terutama sistem muskuloskeletal, neurologis, dan kardiovaskular.2 Prevalensi kasus sindrom Down meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi global. Menurut hasil penelitian kesehatan dasar, kasus sindrom Down di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 0,13%, kemudian meningkat menjadi 0,21% pada tahun 2018. Persentase kasus sindrom Down pada anak berusia 24-59 bulan di Jawa Tengah pada tahun 2013 adalah 0,25%, kemudian meningkat pada tahun 2018 menjadi 0,81%.3 Anak-anak dengan sindrom Down mengalami keterlambatan dalam perkembangan sensorik dan motorik akibat abnormalitas pada kromosom 21. Kondisi ini menyebabkan anak-anak mengalami kesulitan dalam merawat diri sendiri, termasuk menyikat gigi. Hal ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah gigi dan kesehatan mulut.4 Masalah gigi dan kesehatan mulut dapat dicegah dengan memberikan program bantuan diri untuk menyikat gigi.
Pendidikan kesehatan gigi menggunakan media video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan menyikat gigi anak-anak dengan sindrom Down.Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata keterampilan menyikat gigi anak-anak dengan sindrom Down setelah diberikan pendidikan menggunakan video animasi yang lebih terampil daripada sebelum diberikan pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan media pendidikan kesehatan gigi yang lebih interaktif dan menarik bagi anak-anak dengan sindrom Down. Penelitian ini dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi virtual reality (VR) atau augmented reality (AR) untuk meningkatkan pengalaman belajar dan pemahaman anak-anak tentang kesehatan gigi. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi efektivitas media pendidikan kesehatan gigi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik khusus anak-anak dengan sindrom Down. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi pendidikan yang lebih efektif dan terfokus untuk meningkatkan kesehatan gigi dan oral anak-anak dengan sindrom Down.
| File size | 603.33 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara kebersihan gigi dan mulut dengan kondisi gingiva. Disarankan pada siswa untuk memperhatikan kebersihan gigiKesimpulan ada hubungan yang signifikan antara kebersihan gigi dan mulut dengan kondisi gingiva. Disarankan pada siswa untuk memperhatikan kebersihan gigi
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Metode pengumpulan data dengan pengisian kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan, kemudianMetode pengumpulan data dengan pengisian kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan, kemudian
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Pengetahuan anak tentang karies gigi sangat penting sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut dari karies gigi. Tujuan penelitian iniPengetahuan anak tentang karies gigi sangat penting sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut dari karies gigi. Tujuan penelitian ini
UNUPASURUANUNUPASURUAN Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul pembelajaran yang mengakomodasi aspek nilai dan penguatan pelatihan bagi dosen agar implementasi integrasiPenelitian ini merekomendasikan pengembangan modul pembelajaran yang mengakomodasi aspek nilai dan penguatan pelatihan bagi dosen agar implementasi integrasi
UNUPASURUANUNUPASURUAN Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, danPengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan
UNUPASURUANUNUPASURUAN Kompetensi manajerial sekolah merupakan kompetensi yang merujuk pada kemampuan menggali informasi, menganalisis, merancang, menyusun, mengembangkan, danKompetensi manajerial sekolah merupakan kompetensi yang merujuk pada kemampuan menggali informasi, menganalisis, merancang, menyusun, mengembangkan, dan
UNUPASURUANUNUPASURUAN Selain itu, integrasi elemen budaya lokal memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan calon guru, serta mendorongSelain itu, integrasi elemen budaya lokal memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan calon guru, serta mendorong
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Evaluasi memberikan dasar untuk perbaikan program di masa mendatang dan memastikan bahwa peserta dapat mengimplementasikan keterampilan yang dipelajariEvaluasi memberikan dasar untuk perbaikan program di masa mendatang dan memastikan bahwa peserta dapat mengimplementasikan keterampilan yang dipelajari
Useful /
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Hasil kegiatan pengabdian ini diantaranya peserta dapat memahami bagaimana cara mengola keuangan yang cerdas dan terhindar dari pinjaman online yang illegal.Hasil kegiatan pengabdian ini diantaranya peserta dapat memahami bagaimana cara mengola keuangan yang cerdas dan terhindar dari pinjaman online yang illegal.
UINSAIDUINSAID Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 situs tersebut, 18 situs memiliki narasi profetik. Dari 18 situs ini, tampak jelas bahwa narasi yang digunakanHasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 situs tersebut, 18 situs memiliki narasi profetik. Dari 18 situs ini, tampak jelas bahwa narasi yang digunakan
UINSAIDUINSAID temuan genetika modern justru semakin memperkuat kebenaran wahyu Al-Quran, bahwa ketentuan ilahi tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mengandungtemuan genetika modern justru semakin memperkuat kebenaran wahyu Al-Quran, bahwa ketentuan ilahi tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mengandung
UBUB Studi ini berhasil merumuskan tipe epidemiologi spasial untuk Kota Semarang menggunakan klasterisasi K-Means, mengklasifikasikan 16 kecamatan menjadi tigaStudi ini berhasil merumuskan tipe epidemiologi spasial untuk Kota Semarang menggunakan klasterisasi K-Means, mengklasifikasikan 16 kecamatan menjadi tiga