POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIAJURNAL KEPERAWATAN RAFLESIAPendahuluan: Pasien yang menerima hemodialisa harus mematuhi program pengobatan karena ketidakpatuhan dapat menyebabkan komplikasi. Pasien hemodialisa yang tidak patuh dalam hal pembatasan cairan dapat menyebabkan komplikasi akut dan kronis serta peningkatan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kepatuhan pembatasan cairan pada pasien yang menjalani hemodialisa. Metode: Desain penelitian deskriptif dengan teknik purposive sampling sebanyak 78 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi responden dan kuesioner pembatasan cairan. Hasil: Sebagian besar responden (61 responden, 78,2 %) patuh terhadap pembatasan cairan, 13 responden (16,7 %) kurang patuh, dan 4 responden (5,1 %) tidak patuh. Kesimpulan: Kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisa di RSUP H. Adam Malik Medan berada dalam kategori patuh.
Berdasarkan hasil penelitian tentang kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis di Rumah Sakit H.Adam Malik Medan tahun 2024, mayoritas responden berusia 45–56 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA/SMK, menjalani hemodialisis lebih dari 24 bulan, dan mengalami peningkatan berat badan ringan.Tingkat kepatuhan terhadap pembatasan cairan tergolong tinggi, dengan 78,2 % responden berada pada kategori patuh, sementara 16,7 % kurang patuh dan 5,1 % tidak patuh.Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien telah mengikuti rekomendasi pembatasan cairan dengan baik selama terapi hemodialisis.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana efektivitas program edukasi digital berbasis aplikasi mobile dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis dibandingkan dengan edukasi konvensional? Kedua, apakah intervensi dukungan keluarga yang terstruktur, seperti pelatihan komunikasi dan pemantauan bersama, dapat mengurangi tingkat non‑patuh dan menurunkan peningkatan berat badan pada pasien dengan durasi hemodialisis lebih dari dua tahun? Ketiga, bagaimana faktor psikologis seperti tingkat stres, kecemasan, dan persepsi kontrol diri mempengaruhi kepatuhan pembatasan cairan, dan apakah strategi coping yang disesuaikan dapat meningkatkan kepatuhan jangka panjang? Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman mengenai mekanisme yang mendasari kepatuhan dan memberikan dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
| File size | 203.57 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Indonesia wajib dilaksanakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian iniProgram Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Indonesia wajib dilaksanakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian ini
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Penyakit scabies ini dapat mempengaruhi kenyamanan aktifitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari diantaranya penderita mudah lelah dan gelisah karenaPenyakit scabies ini dapat mempengaruhi kenyamanan aktifitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari diantaranya penderita mudah lelah dan gelisah karena
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK BBLR menjadi salah satu indikator terjadinya kematian bayi dan stunting. AKB Provinsi Kalimantan Barat masih berada di atas angka nasional dan menempatiBBLR menjadi salah satu indikator terjadinya kematian bayi dan stunting. AKB Provinsi Kalimantan Barat masih berada di atas angka nasional dan menempati
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK KAD merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan saturasi oksigen yang dapat menyebabkan terjadinya gagal napas. Oleh karena itu, perlu penangananKAD merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan saturasi oksigen yang dapat menyebabkan terjadinya gagal napas. Oleh karena itu, perlu penanganan
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Pemberian tablet tambah darah umumnya diberikan pada anak sekolah menengah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada siswa:Pemberian tablet tambah darah umumnya diberikan pada anak sekolah menengah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada siswa:
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kadar ureum (p=0,352) maupun kreatinin (p=0,116) dengan lama menderita dan kadar HbA1c pada penderitaNamun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kadar ureum (p=0,352) maupun kreatinin (p=0,116) dengan lama menderita dan kadar HbA1c pada penderita
USKUSK Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan informannya adalah seluruh staf atau karyawan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan informannya adalah seluruh staf atau karyawan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara.
BUDDHI DHARMABUDDHI DHARMA Metode data mining dapat memprediksi penyakit ini, di antaranya algoritma C4. 5 dan Naive Bayes yang sering digunakan dalam penelitian. Dataset yang digunakanMetode data mining dapat memprediksi penyakit ini, di antaranya algoritma C4. 5 dan Naive Bayes yang sering digunakan dalam penelitian. Dataset yang digunakan
Useful /
USKUSK Hasil uji t Independen juga menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan antara silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam alkalin peroksidaHasil uji t Independen juga menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan antara silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam alkalin peroksida
LLDIKTI13LLDIKTI13 Dilakukan pengamatan setiap 30 menit selama 3 jam sebanyak 6 kali dengan mengukur suhu rektal mencit (Mus musculus) putih jantan untuk tujuan mengetahuiDilakukan pengamatan setiap 30 menit selama 3 jam sebanyak 6 kali dengan mengukur suhu rektal mencit (Mus musculus) putih jantan untuk tujuan mengetahui
ITHBITHB Hasil pengujian error atau kesalahan pembacaan sensor DHT11 sebesar 4%. sensor time of flight 3%, dan sensor ultrasonik sebesar 4,13%. Sistem mampu melakukanHasil pengujian error atau kesalahan pembacaan sensor DHT11 sebesar 4%. sensor time of flight 3%, dan sensor ultrasonik sebesar 4,13%. Sistem mampu melakukan
USKUSK Pasien memiliki disabilitas intelektual, belum dapat berkomunikasi, dan pasien tidak bisa bekerja sama untuk dilakukan perawatan gigi dan mulut di kursiPasien memiliki disabilitas intelektual, belum dapat berkomunikasi, dan pasien tidak bisa bekerja sama untuk dilakukan perawatan gigi dan mulut di kursi