ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Penelitian ini mengkaji tradisi kenabian yang terdapat dalam kitab Nuṣūṣ al-Akhyār fī al-Ṣawm wa al-Ifṭār karya K.H. Maimun Zubair, yang digunakan sebagai dasar argumentasi dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutika Hasan Hanafi, yang mencakup analisis kritis terhadap sanad, matan hadis, konteks kemunculan hadis, dan relevansinya. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kualitas sanad hadis dalam kitab tersebut, termasuk kategori sahih dan hasan lighairi (baik namun tidak sempurna sanadnya). Meskipun demikian, secara keseluruhan, matan tradisi dalam kitab ini dinilai berkualitas baik. Hal ini menunjukkan potensi tradisi yang terkandung dalam kitab Nuṣūṣ al-Akhyār fī al-Ṣawm wa al-Ifṭār untuk dijadikan bukti dalam penentuan hukum syariah Islam. Selain itu, penting untuk memahami teks hadis secara mendalam, termasuk makna aslinya, konteks historis, dan relevansinya dengan konteks kehidupan saat ini.

Penelitian ini mengkaji kitab Nuṣūṣ al-Akhyār fī al-Ṣawm wa al-Ifṭār dalam konteks perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia, menggunakan pendekatan hermeneutika Hasan Hanafi untuk menekankan pemahaman hadis yang mendalam dan kontekstual.Maimun Zubair kurang melakukan analisis kritis hadis dibandingkan ulama lain, seperti Imam Nawawi, karyanya tetap berkontribusi dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman hadis yang komprehensif untuk mencapai kesatuan umat, sekaligus menyoroti perlunya eksplorasi lebih lanjut terhadap perbedaan metodologi kritik hadis.

Melihat adanya keterbatasan dalam studi ini terkait perbandingan analisis kritis hadis, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis komparatif mendalam mengenai metodologi kritik sanad dan matan hadis antara K.H. Maimun Zubair dengan ulama hadis lain seperti Imam Nawawi, khususnya dalam konteks penetapan awal bulan Qamariyah. Studi ini bisa mengkaji bagaimana perbedaan pendekatan metodologis tersebut memengaruhi interpretasi dan implikasi hukum Islam, sekaligus menilai potensi kontribusi K.H. Maimun Zubair dalam diskursus ilmu hadis jika ditambahkan dimensi kritis. Lebih lanjut, mengingat relevansi hermeneutika Hasan Hanafi yang ditekankan dalam penelitian ini untuk memahami hadis secara kontekstual, diperlukan eksplorasi bagaimana kerangka hermeneutika ini dapat diaplikasikan untuk menanggapi isu-isu kontemporer yang lebih luas di Indonesia, seperti etika digital, tantangan lingkungan, atau keadilan sosial, agar pesan-pesan kenabian tetap relevan dan aplikatif di setiap zaman. Selain itu, mengingat dampak sosial dari perbedaan penentuan awal ibadah yang disinggung dalam pengantar, studi etnografi atau sosiologis dapat dilakukan untuk memahami bagaimana berbagai interpretasi hadis memengaruhi kohesi sosial dan persatuan umat Muslim di berbagai komunitas di Indonesia. Pendekatan ini akan menganalisis faktor-faktor yang mendorong preferensi terhadap suatu tafsir, serta dampaknya terhadap interaksi sosial, guna menawarkan solusi praktis untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman pandangan keagamaan.

  1. Development of Progressive Islamic Law in Indonesia Regarding ‘Apostasy’ as Grounds for Divorce:... doi.org/10.30659/jua.v6i1.36754Development of Progressive Islamic Law in Indonesia Regarding AoApostasyAo as Grounds for Divorce doi 10 30659 jua v6i1 36754
  2. PEMAKNAAN HADIS-HADIS HISAB-RUKYAT MUHAMMADIYAH DAN KONTROVERSI YANG MELINGKUPINYA | Jurnal Studi Ilmu-ilmu... ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/alquran/article/view/1501-01PEMAKNAAN HADIS HADIS HISAB RUKYAT MUHAMMADIYAH DAN KONTROVERSI YANG MELINGKUPINYA Jurnal Studi Ilmu ilmu ejournal uin suka ac ushuluddin alquran article view 1501 01
  3. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya. kontroversi hadis sumber islam wawasan jurnal ilmiah... doi.org/10.15575/jw.v2i2.1770Wawasan Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya kontroversi hadis sumber islam wawasan jurnal ilmiah doi 10 15575 jw v2i2 1770
  4. Study of Tanqih al-Qaul al-Hatsits: The Book of Sheikh Nawawi al-Bantani | Jurnal Living Hadis. study... doi.org/10.14421/livinghadis.2021.2356Study of Tanqih al Qaul al Hatsits The Book of Sheikh Nawawi al Bantani Jurnal Living Hadis study doi 10 14421 livinghadis 2021 2356
Read online
File size1.16 MB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test