UBUB

Journal of Information Technology and Computer ScienceJournal of Information Technology and Computer Science

Kinerja aplikasi web telah menjadi faktor penting dalam keberhasilan bisnis digital, di mana pengurangan waktu muat secara signifikan berkorelasi dengan tingkat konversi pengguna. Namun, prevalensi kerangka kerja JavaScript dalam lingkungan pengembangan modern menimbulkan perdagangan dasar antara kemudahan pengembangan dan beban kinerja yang melekat. Tantangan ini diperparah oleh paradigma arsitektur yang berbeda yang diterapkan oleh kerangka kerja, membedakan antara Virtual DOM (VDOM) dan pendekatan compile-time. Meskipun teknik optimisasi ada, pertanyaannya adalah apakah efektivitasnya universal atau dimoderasi oleh karakteristik arsitektur kerangka kerja. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian eksperimen kuantitatif dengan desain faktorial dua arah untuk menganalisis efek interaksi antara arsitektur kerangka kerja dan strategi optimisasi pada metrik kinerja yang berfokus pada pengguna. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap utama: (1) mengembangkan dua portal berita yang identik menggunakan kerangka kerja VDOM (React) dan compile-time (Svelte) sebagai objek eksperimen, (2) menerapkan lima strategi optimisasi secara berturut-turut sebagai perlakuan eksperimen, dan (3) mengumpulkan data kinerja melalui pengujian Google Lighthouse CLI otomatis dengan 30 pengulangan per skenario uji dalam lingkungan terkendali. Analisis statistik menggunakan Aligned Rank Transform (ART) ANOVA dan ART-C uji post-hoc pada metrik FCP, LCP, dan TBT. Temuan menunjukkan keunggulan konsisten arsitektur compile-time dibandingkan VDOM dalam FCP (p-value < 0,05), tanpa pengaruh signifikan strategi optimisasi (p-value > 0,05). Sebaliknya, efek interaksi signifikan muncul dalam metrik LCP dan TBT (p-value < 0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas strategi optimisasi terhadap LCP dan TBT bersifat kontekstual, bergantung pada karakteristik arsitektur kerangka kerja yang digunakan.

Pemilihan arsitektur kerangka kerja memiliki efek utama signifikan pada metrik kinerja yang diukur (p-value < 0,05 untuk FCP, LCP, dan TBT).Secara umum, arsitektur compile-time unggul dibandingkan VDOM pada ketiga metrik ini.Dampak strategi optimisasi bervariasi tergantung pada metrik yang diukur.Untuk metrik FCP, strategi optimisasi tidak menunjukkan efek signifikan secara statistik (p-value > 0,05).Namun, untuk metrik LCP dan TBT, strategi optimisasi menunjukkan efek utama signifikan secara statistik (p-value < 0,05).Efek interaksi antara arsitektur kerangka kerja dan strategi optimisasi bervariasi berdasarkan metrik.Untuk metrik FCP, tidak ada interaksi signifikan antara kedua variabel (p-value > 0,05).Sebaliknya, untuk metrik LCP dan TBT, variabel memberikan efek interaksi signifikan secara statistik (p-value < 0,05).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh arsitektur hibrida yang menggabungkan keunggulan VDOM dan compile-time pada skala aplikasi yang lebih kompleks. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak strategi optimisasi pada metrik kinerja yang lebih luas, seperti kestabilan tata letak (CLS) dan responsifitas pengguna. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi kinerja kerangka kerja berbasis compile-time dalam aplikasi real-time dengan manajemen state yang kompleks, seperti dashboard analitis atau platform e-commerce.

  1. Modern Web Frameworks: A Comparison of Rendering Performance | Journal of Web Engineering. modern web... journals.riverpublishers.com/index.php/JWE/article/view/7217Modern Web Frameworks A Comparison of Rendering Performance Journal of Web Engineering modern web journals riverpublishers index php JWE article view 7217
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-319-99617-2_8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 319 99617 2 8
Read online
File size497.66 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test