JRTTJRTT

Journal of Railway Transportation and TechnologyJournal of Railway Transportation and Technology

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan prototipe SCADA berbasis mikrokontroler untuk pemantauan stasiun traksi kereta api. Pendekatan evaluatif kuantitatif digunakan dengan data eksperimental, berfokus pada keandalan, waktu respons, akurasi, dan kinerja komunikasi. Sistem ini mengintegrasikan pengendali Arduino, sensor listrik, komunikasi TCP/IP, dan antarmuka manusia-mesin berbasis komputer. Hasil menunjukkan bahwa sistem mencapai tingkat keberhasilan operasional di atas 90% dengan waktu respons rata-rata di bawah 2 detik, menunjukkan kinerja yang memadai untuk fungsi pemantauan dan kontrol dasar. Namun, dibandingkan dengan standar SCADA industri, sistem ini memiliki keterbatasan dalam keandalan, keamanan, dan skalabilitas. Oleh karena itu, prototipe diklasifikasikan sebagai memiliki kelayakan terbatas, cocok untuk tujuan pendidikan dan simulasi tetapi tidak untuk penerapan operasional langsung.

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan prototipe SCADA berbasis mikrokontroler untuk pemantauan dan pengendalian sistem stasiun traksi kereta api.Hasil menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan fungsi SCADA dasar, termasuk akuisisi data waktu nyata, kontrol jarak jauh, dan logging data, dengan tingkat keberhasilan operasional di atas 90% dan waktu respons rata-rata di bawah 2 detik.Namun, dibandingkan dengan standar SCADA industri, sistem ini memiliki keterbatasan signifikan dalam hal keandalan, waktu respons, akurasi, keamanan, dan skalabilitas.Khususnya, ketiadaan redundansi dan mekanisme keamanan siber, serta ketidakkonsistenan kinerja komunikasi, mencegah sistem memenuhi persyaratan untuk lingkungan operasional kritis.Oleh karena itu, sistem diusulkan memiliki kelayakan terbatas, cocok untuk tujuan pendidikan dan simulasi tetapi tidak untuk penerapan langsung di stasiun traksi operasional.Pekerjaan masa depan harus fokus pada integrasi komponen industri, peningkatan keandalan dan keamanan sistem, serta adopsi protokol komunikasi standar untuk meningkatkan kesiapan sistem untuk penerapan dunia nyata.

Untuk meningkatkan kinerja dan kesiapan sistem untuk penerapan dunia nyata, disarankan untuk mengintegrasikan arsitektur hibrida (mikrokontroler dan PLC) untuk meningkatkan keandalan, menerapkan jaringan komunikasi redundansi, mengadopsi protokol komunikasi industri (IEC 60870-5-104 atau Modbus TCP), meningkatkan keamanan siber melalui enkripsi dan autentikasi, dan melakukan kalibrasi sensor untuk meningkatkan akurasi pengukuran. Perbaikan ini penting untuk meningkatkan kinerja sistem dan memungkinkan penerapan di aplikasi kereta api dunia nyata. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem SCADA yang lebih andal dan aman dengan mengintegrasikan komponen industri dan protokol komunikasi standar.

Read online
File size298.22 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test