UNUPASURUANUNUPASURUAN

Center of Education Journal (CEJou)Center of Education Journal (CEJou)

Vegetasi merupakan tolak ukur dalam menjaga kelestarian ekosistem suatu kota. Pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan mengakibatkan terjadinya perubahan kerapatan vegetasi dikarenakan keterbatasan ruang. Kota Palu yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi tolak ukur dalam menjaga ekosistem vegetasi bagi kota/kabupaten lainnya. Proses pemantauan vegetasi dapat dilakukan melalui analisis citra. Yang dapat diakses semua orang dengan resolusi temporal yang cepat yakni Citra Landsat 9 yang merupakan citra Landsat terbaru dari USGS. Pengolahan kerapatan vegetasi dengan citra Landsat dapat dipadukan dengan metode NDVI yaitu metode dalam menilai indeks vegetasi di suatu wilayah yang dapat dilakukan dengan cepat. NDVI didasarkan pada pengamatan bahwa permukaan yang berbeda-beda merefleksikan berbagai jenis gelombang cahaya yang berbeda-beda. Hasil dari pengolahan ini yakni luas dari masing-masing kelas klasifikasi Kerapatan Vegetasi Kota Palu, yang menunjukkan bahwa Kelas Klassifikasi Kerapatan Vegetasi Rendah memiliki luas yang paling tinggi yakni 9396,35 Ha atau 26,3% dan urutan kedua yakni Non Vegetasi seluas 9206,68 Ha atau 25,8% dan yang paling rendah yakni Kelas Klasifikasi Kehijauan Tinggi seluas 3821,3 Ha atau 10,7%.

Citra Landsat 9 OLI dapat digunakan untuk mengekstrasi kerapatan vegetasi Kota Palu dengan menggunakan metode NDVI dengan cukup baik.Kerapatan vegetasi Kota Palu didominasi kelas klasifikasi kehijauan rendah yakni seluas 9396,35 Ha atau 26,3% dan diikuti Non Vegetasi seluas 9206,68 Ha atau 25,8%.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggabungkan data citra satelit Landsat 9 dengan data lapangan (ground truth) untuk meningkatkan akurasi analisis kerapatan vegetasi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi penggunaan citra satelit resolusi tinggi seperti Sentinel-2 agar dapat memperoleh gambaran lebih detail tentang distribusi vegetasi di Kota Palu. Terakhir, penelitian juga dapat fokus pada analisis perubahan kerapatan vegetasi secara temporal untuk memahami dinamika perubahan lingkungan hidup akibat pertumbuhan kota dan kebijakan urban.

Read online
File size1.05 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test