UINSAIDUINSAID

EL- HayahEL- Hayah

Filsafat Iluminasi yang digagas oleh Suhrawardi al-Maqtūl merupakan sistem filsafat islam yang revolusioner, menempatkan cahaya sebagai konsep sentral dan prinsip ontologis paling fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk membedah posisi ontologis cahaya tertinggi (Nūr al-Anwār) yang menggantikan prinsip eksistensi (Wujūd) dalam metafisika peripatetik, serta menganalisis skema hierarki dan gradasi cahaya. Secara metafisis, cahaya dipahami sebagai realitas paling fundamental yang darinya segala sesuatu memancar, dimana wujud dikonseptualisasikan dalam dualisme cahaya dan kegelapan. Secara epistemologis, Suhrawardi mengkritik pengetahuan konseptual peripatetik (ʿIlm al-Ḥuṣūlī) dan menawarkan konsep pengetahuan dengan kehadiran (ʿIlm al-Ḥuḍūrī) dimana pengetahuan sejati hanya diperoleh melalui iluminasi, yaitu pancaran langsung ke jiwa. Konsep cahaya ini tidak hanya menjelaskan struktur kosmik melalui jalur emanasi, tetapi juga menyediakan peta jalan spiritual, karena esensi jiwa adalah cahaya yang terperangkap, tujuan hidup manusia adalah kembali kepada hakikatnya, yaitu Nūr al-Anwār, melalui pemurnian jiwa dan latihan spiritual.

Filsafat iluminasi secara cemerlang menjembatani metafisika dan esoterisme, karya Suhrawardi merupakan sintesis karya lima aliran pemikiran besar, termasuk gagasan sufi, filsafat peripatetik yang ia gunakan sebagai basis kritik, filsafat pra-islam, kearifan Iran kuno serta berakar pada al-Quran.Karya nya yaitu Ḥikmah al-Isyrāq merupakan perwujudan upaya gerakan revolusioner yang jenius untuk merevitalisasi dan mensistematisasi tradisi kearifan kuno masyarakat Persia pra-islam.Lebih daripada itu sistem Suhrawardi tidak hanya berfungsi sebagai kritik mendalam terhadap filsafat peripatetik, tetapi juga berhasil menyajikan sebuah alternatif dengan menempatkan cahaya sebagai prinsip ontologis yang paling fundamental.Konsep cahaya Suhrawardi tidak hanya menjelaskan struktur kosmik, tetapi juga menyediakan peta jalan spiritual bagi manusia.Karena esensi jiwa adalah cahaya yang terperangkap, tujuan hidup manusia adalah kembali kepada hakikatnya yaitu cahaya tertinggi Nūr al-Anwār melalui perjuangan dalam latihan spiritual dan pemurnian jiwa.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, mengkaji lebih lanjut konsep ilmu Ḥuḍūrī yang ditawarkan oleh Suhrawardi dan membandingkannya dengan konsep pengetahuan konseptual peripatetik (ʿIlm al-Ḥuṣūlī). Kedua, meneliti lebih dalam tentang hierarki dan gradasi cahaya dalam filsafat iluminasi Suhrawardi, serta implikasinya terhadap struktur kosmos dan asal-usul substansi gelap (Ẓulmat). Ketiga, mengeksplorasi lebih lanjut tentang konsep pemurnian jiwa dan latihan spiritual dalam filsafat iluminasi, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam praktik spiritual kontemporer.

  1. Ajaran Isyrāqi: Studi Kritis-Epistemologis Filsafat Iluminasi Suhrawardi | Kalimah: Jurnal Studi... ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/kalimah/article/view/12274Ajaran IsyryEAAqi Studi Kritis Epistemologis Filsafat Iluminasi Suhrawardi Kalimah Jurnal Studi ejournal unida gontor ac index php kalimah article view 12274
Read online
File size469.79 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test