UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

. Artikel ini membahas tentang pemikiran Jurgen Habermas, khususnya pemikirannya tentang teori kritis dalam paradigma komunikasi. Jenis penelitian ini yaitu kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif‑analitis, yaitu mendeskripsikan sejarah intelektual Jurgen Habermas, sejarah munculnya teori kritis dalam paradigma komunikasi serta pemikiran Jurgen Habermas tentang teori kritis dalam paradigma komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jurgen Habermas merupakan filosof generasi kedua dari madzhab Frankfurt yang mengkaji tentang teori kritis komunikasi. Teorinya berawal dari pendahulunya yang menyatakan bahwa dalam mempelajari manusia itu sama dengan mempelajari alam yang pasti dan mudah ditebak. Padahal sifat manusia itu dinamis tidak dapat ditebak apalagi dijadikan objek. Berawal dari kondisi tersebut, Habermas menawarkan teori komunikasi agar manusia dapat berkomunikasi dengan baik ketika ingin memutuskan sesuatu melalui diskusi. Implikasi teori kritis komunikasi dalam kajian keislaman sangat membantu umat Muslim ketika berdialektika lintas budaya, agama, dan negara, sehingga menumbuhkan sikap saling memahami, toleransi tinggi, serta menghindari penilaian dan penyalahan antar‑sesama.

Jurgen Habermas, sebagai filsuf generasi kedua mazhab Frankfurt, mengembangkan teori kritis dalam paradigma komunikasi yang menekankan pentingnya ruang publik untuk dialog yang bebas, jujur, dan konstruktif.Implikasi teori ini sangat membantu umat Muslim dalam melakukan dialog lintas budaya, agama, dan negara, menghasilkan sikap saling memahami dan toleransi tinggi.Oleh karena itu, pemikiran Habermas relevan untuk memperkaya kajian keislaman yang dinamis dalam menghadapi tantangan umat Islam saat ini.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris bagaimana teori kritis Habermas diimplementasikan dalam komunitas Muslim di Indonesia, dengan mengumpulkan data interaksi dialog lintas‑budaya di lembaga keagamaan. Selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif mengenai konsep ruang publik Habermas dalam konteks Islam di berbagai negara, guna mengidentifikasi variasi interpretasi dan aplikasinya. Terakhir, peneliti dapat mengembangkan kerangka metodologis yang mengadaptasi analisis wacana Habermasian untuk menafsirkan teks‑teks Quran dan hadis, sehingga memperluas pemahaman kritis terhadap sumber‑sumber keislaman dalam era modern.

Read online
File size409.66 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test