UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Keragaman merupakan sebuah keniscayaan dan fenomena yang tidak dapat diabaikan. Keragaman menciptakan tantangan tersendiri, termasuk keragaman dan perbedaan dalam berkeyakinan. Agama merupakan keyakinan yang sangat sensitif dan seringkali menyentuh dimensi emosional individu. Ketika perbedaan ini tidak dikelola dengan bijak maka akan mudah memicu konflik, menjadi akar perpecahan termasuk hubungan bernegara dan berkeluarga. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif studi pustaka yang bertujuan mendiskripsikan dan menganalisis bagaimana sikap moderat diperlukan dalam kehidupan bernegara dan bagaimana fenomena ragam keyakinan dalam sebuah keluarga. Sebagai hasil penelitian sikap moderat dalam menyikapi keragaman sangat dibutuhkan. Dan ketika satu keluarga multi agama mampu membuktikan bahwa ragam keyakinan tidaklah menjadi akar perpecahan maka keluarga itu layak menjadi teladan. Teladan yang tepat untuk keluarga-keluarga yang terlanjur “berwarna, bukan contoh dan teladan untuk pemuda pemudi yang baru merencanakan kehidupan rumah tangga.

Moderasi beragama merupakan cara pandang beragama yang luwes tidak kaku dan ekstrim.Agama merupakan hal yang sensitif, sedikit gesekan sudah cukup menyulut konflik yang siap membesar, oleh karena itu cara pandang beragama di negara ini harus mendapat perhatian serius.Merumuskan pemahaman agama dengan seimbang dan adil, merupakan keharusan untuk membentuk dan mengawal keutuhan hidup beragama dan juga bernegara.Perbedaan keyakinan sering kali menjadi akar konflik, meretakkan hubungan, termasuk hubungan keluarga.Ketika satu keluarga multi agama mampu membuktikan bahwa ragam keyakinan tidaklah menjadi akar perpecahan dan permusuhan maka keluarga itu layak menjadi contoh dan teladan.Akan tetapi perlu berhati-hati dalam menyampaikan percontohan ini.Nyatanya kondisi ini tidak selalu cocok dan bijak untuk semua situasi dan kondisi, melainkan teladan yang tepat bagi keluarga-keluarga yang terlanjur “berwarna, bukan contoh dan teladan untuk pemuda pemudi yang baru mulai atau merencanakan kehidupan rumah tangga.

Untuk menjaga keutuhan dan ketentraman hidup bernegara dan beragama, penting untuk mengembangkan sikap toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama. Edukasi, dialog antaragama, dan kebijakan yang adil dapat membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kerukunan antar umat beragama. Selain itu, penting untuk memahami dan menghargai perbedaan dalam konteks agama, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. Dengan demikian, keragaman dapat menjadi kekuatan yang memperkuat keutuhan dan kemajuan Indonesia di kancah global. Dalam konteks keluarga, penting untuk mengakui dan memahami ketidaksesuaian dalam keluarga yang beragam secara agama. Keluarga yang telah terlanjur berwarna dapat menjadi contoh bagi orang lain tentang bagaimana berkompromi dalam perbedaan. Namun, bagi pemuda-pemudi yang baru memulai kehidupan rumah tangga, membangun fondasi yang serupa dalam nilai-nilai agama mungkin menjadi pilihan yang lebih bijaksana. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan keluarga yang tidak hanya harmonis di dunia ini, tetapi juga dapat membawa kebaikan yang abadi ke kehidupan setelah mati.

  1. Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 | Jurnal Bimas Islam. vol jurnal bimas islam quick jump... jurnalbimasislam.kemenag.go.id/index.php/jbi/issue/view/33Vol 13 No 1 2020 Jurnal Bimas Islam 2020 Jurnal Bimas Islam vol jurnal bimas islam quick jump jurnalbimasislam kemenag go index php jbi issue view 33
Read online
File size382.93 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test