UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran IslamManthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam

Konsep Sedekah dalam Perspektif Filsafat Dakwah (Studi Kasus Konsep Sedekah Yusuf Mansur). Kehidupan manusia yang semakin komplek membuat manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, saling bekerjasama untuk mencapai hidup bahagia dunia dan akhirat. Tujuan itu akan mudah tercapai manakala manusia itu punya suatu gerakan sosial yang sesuai dengan syariat agama Islam. Begitu pula dalam berdakwah Islam tanpa adanya inovasi suatu gerakan akan terasa sulit untuk mencapai misi ajaran Islam. Misi ajaran Islam itu sendiri adalah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), karena objek-objek kajiannya ialah hal yang berhubungan dengan literatur-literatur kepustakaan. Bagaimana konsep sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur, maka peneliti berkesimpulan bahwa sedekah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur adalah konsep sedekah dengan cara kekinian, ia mengajak sedekah dengan realitas yang nyata karena berdasarkan pada pengalaman ia langsung yang terbukti atau orang lain yang punya pengalaman langsung. Selain itu ajakan Yusuf Mansur bersedekah berdasarkan landasan al‑Quran, Hadits dan ulama yang mana dakwah sedekah Yusuf Mansur sesuai dengan konteks dan dakwah kontemporer. Hal itu kita bisa lihat dari pendapat Yusuf Mansur bahwa sedekah merupakan amalan yang bisa mendapatkan ridha Allah Taala. Yusuf Mansur mengatakan bahwa sedekah merupakan pemberian sesuatu dari lain dengan sungguh‑sungguh mengharapkan keridhaan Allah Swt yang seseorang dijalankan dengan spontan serta sukarela. Bahwa dengan bersedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, serta mendapatkan pertolongan Allah. Jadi ketika kita banyak dosa dapat dengan cara bersedekah menghapusnya. Dan ketika kita butuh pertolongan kepada Allah akan sesuatu, maka bersedekahlah. Sedangkan sedekah itu bisa membuat orang terus menerus melakukannya karena bahagia melakukannya. Amalakan satu! Setelah istiqomah, tambahkan menjadi 2, tambah lagi jadi 3, terus amalkan sunnah‑sunnah yang lain, selanjutnya istiqomahkan. Serta sedekah itu adalah salah satu kunci membuka pintu dikabulkannya doa. Sehingga setelah bersedekah, tinggal mintanya saja sama Allah.

Masyarakat menganggap sedekah sebagai langkah awal yang membuka keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan, serta dapat menghindarkan mereka dari bahaya dan menambah kemungkinan doa dikabulkan.Dalam perspektif filsafat dakwah, ajakan bersedekah harus berlandaskan pada prinsip‑prinsip dakwah yang bijaksana, budi pekerti mulia, serta dialog yang baik, sebagaimana tercermin dalam QS An‑Nahl ayat 125.Penelitian menunjukkan bahwa konsep sedekah Yusuf Mansur bersifat kontemporer, mengajak sedekah secara realistik berdasarkan pengalaman pribadi dan landasan Al‑Quran serta Hadits.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan platform digital seperti Paytren memengaruhi motivasi dan frekuensi bersedekah di kalangan umat Islam, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur dampak sosial‑ekonominya. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan konseptual antara pemahaman sedekah Yusuf Mansur dengan pandangan ulama kontemporer lainnya, guna mengidentifikasi variasi interpretasi dan implikasi praktis dalam konteks dakwah modern. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat meneliti efek jangka panjang program sedekah berbasis komunitas terhadap peningkatan kesejahteraan materi dan spiritual peserta, termasuk analisis faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat keberlanjutan praktik tersebut.

Read online
File size437.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test