SADRASADRA

Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and MysticismKanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism

Penelitian ini mengeksplorasi diskursus filosofis Mulla Ṣadrā tentang keimmaterian jiwa (tajarrud al-nafs), dengan fokus pada karya monumentalnya, Al-Shawāhid al-Rubūbiyyah. Mulla Ṣadrā, pendiri filsafat transenden (ḥikmah mutaāliyah), mengembangkan sistem yang berakar pada prinsip-prinsip mendasar seperti primacy of existence (aṣālat al-wujūd), gradation of existence (tashkīk al-wujūd), dan substantial motion (ḥarakah jawhariyyah). Metode filsafatnya mengintegrasikan pembuktian rasional (burhān aqlī), teologi (kalām), Quran, dan mistisisme (irfān), menciptakan kerangka kerja yang unik dan komprehensif. Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam analisis sistematis terhadap artikulasi Mulla Ṣadrā mengenai keimmaterian jiwa dalam Al-Shawāhid al-Rubūbiyyah, khususnya dalam bab ketiga (mashhad), di mana prinsip-prinsip metafisika berinteraksi dengan pembahasan tentang jiwa. Dengan menggunakan metodologi deskriptif, analitis, dan argumentatif, penelitian ini mengidentifikasi 14 argumen terstruktur yang disampaikan oleh Mulla Ṣadrā dan mengevaluasi koherensi serta kekuatannya. Temuan menunjukkan bahwa meskipun banyak argumen yang kuat dan terintegrasi dalam sistem filsafatnya, beberapa argumen, terutama yang berbasis pada bukti tekstual dan testimonial, memerlukan penyempurnaan lebih lanjut. Argumen-argumen ini berfungsi untuk memperkuat keyakinan filosofis tanpa mengurangi validitas logis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada metafisika Islam dengan memberikan analisis terfokus pada Al-Shawāhid al-Rubūbiyyah, yang menawarkan wawasan ke dalam teks yang relatif kurang dipelajari dalam filsafat Sadrian. Penelitian ini menjembatani pemikiran Islam klasik dengan penyelidikan filosofis kontemporer, yang menyoroti relevansi pandangan Mulla Ṣadrā tentang jiwa yang tidak berwujud dalam memahami antropologi metafisik dan eskatologi.

Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman konsep keimmaterian jiwa dalam kerangka filsafat Islam klasik dan mendorong dialog antara tradisi intelektual Islam dengan diskursus metafisika kontemporer.Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan metodologi rasional, tekstual, dan mistis dalam membangun argumen yang kohesif, seperti yang ditunjukkan oleh Mulla Ṣadrā.Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup memperluas cakupan dengan mengeksplorasi karya-karya relevan lainnya dari Mulla Ṣadrā dan mengintegrasikan perspektif dari filsuf Islam dan Barat untuk memperkaya analisis.Selain itu, penelitian mendatang dapat menyelidiki lebih dalam hubungan antara keimmaterian jiwa dan tema-tema lain dalam filsafat Sadrian, seperti substantial motion (ḥarakah jawhariyyah) dan eskatologi (al-maād).Penelitian ini memberikan fondasi konsep yang kuat bagi para sarjana yang tertarik pada metafisika Islam, khususnya dalam diskursus tentang jiwa.Temuan ini juga dapat menjadi referensi untuk mendorong dialog interdisipliner antara filsafat, teologi, dan mistisisme, baik dalam konteks akademik maupun praktik spiritual.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan dengan mengkaji karya-karya Mulla Ṣadrā yang relevan dan mengintegrasikan perspektif dari filsuf Islam dan Barat. Selain itu, penelitian mendatang dapat menyelidiki lebih dalam hubungan antara keimmaterian jiwa dan tema-tema lain dalam filsafat Sadrian, seperti substantial motion dan eskatologi. Penelitian ini memberikan fondasi yang kuat bagi para sarjana yang tertarik pada metafisika Islam, khususnya dalam diskursus tentang jiwa. Temuan ini juga dapat menjadi referensi untuk mendorong dialog interdisipliner antara filsafat, teologi, dan mistisisme.

  1. 0. warning session start failed data user path sessions home public html classes line fatal error uncaught... journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpiu/article/view/136720 warning session start failed data user path sessions home public html classes line fatal error uncaught journal uinsgd ac index php jpiu article view 13672
  2. REALITAS JIWA SEBAGAI BASIS ONTO-EPISTEMOLOGI PENGALAMAN RELIGIUS | Kanz Philosophia: A Journal for Islamic... doi.org/10.20871/kpjipm.v6i2.93REALITAS JIWA SEBAGAI BASIS ONTO EPISTEMOLOGI PENGALAMAN RELIGIUS Kanz Philosophia A Journal for Islamic doi 10 20871 kpjipm v6i2 93
  3. TRANSCENDENT PRINCIPLES OF MA‘ĀD IN THE QUR’AN | Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran. transcendent... doi.org/10.20871/tjsq.v6i1.295TRANSCENDENT PRINCIPLES OF MAAoAD IN THE QURAoAN Tanzil Jurnal Studi Al Quran transcendent doi 10 20871 tjsq v6i1 295
  4. FALSAFAH WŪJŪDIYYAH DALAM RELASI PEMIKIRAN HAMZAH FANSURI DAN MULLĀ ṢADRĀ | Kanz Philosophia: A... doi.org/10.20871/kpjipm.v8i1.178FALSAFAH WJDIYYAH DALAM RELASI PEMIKIRAN HAMZAH FANSURI DAN MULLA ADRA Kanz Philosophia A doi 10 20871 kpjipm v8i1 178
Read online
File size458.21 KB
Pages38
DMCAReport

Related /

ads-block-test