UNDIPUNDIP
Jurnal Ilmu LingkunganJurnal Ilmu LingkunganPengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) telah menjadi salah satu pendekatan strategis Indonesia untuk mengurangi sampah padat perkotaan sekaligus mendukung target energi terbarukan. Namun, perluasan fasilitas PLTSa juga dapat memengaruhi pemulung informal yang mata pencahariannya bergantung pada bahan daur ulang dari tempat pembuangan sampah. Meskipun studi sebelumnya telah meneliti kinerja teknis dan lingkungan PLTSa, perhatian yang terbatas telah diberikan pada hubungan antara keberlanjutan PLTSa dan kondisi sosial ekonomi pemulung. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi status keberlanjutan PLTSa Bantargebang dan menganalisis karakteristik sosial ekonomi pemulung untuk mengidentifikasi peluang koeksistensi antara pengembangan energi terbarukan dan sektor daur ulang informal. Studi ini menggunakan pendekatan mixed methods. Keberlanjutan dinilai menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) yang berprinsip pada Rapid Appraisal Process/Procedures (RAP), sedangkan kondisi sosial ekonomi dianalisis menggunakan data primer dari pemulung dan pemangku kepentingan terkait. Penilaian keberlanjutan menunjukkan bahwa PLTSa Bantargebang mencapai indeks 59,87, yang dikategorikan sebagai berkelanjutan. Dimensi lingkungan dan sosial menunjukkan kinerja yang relatif tinggi, sedangkan dimensi ekonomi, teknologi, dan kelembagaan memerlukan perbaikan lebih lanjut. Temuan juga mengungkapkan bahwa pemulung tetap sangat bergantung pada sampah sebagai sumber pendapatan utama mereka, sementara keterlibatan mereka dalam pengelolaan PLTSa masih terbatas. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan penilaian keberlanjutan dan analisis sosial ekonomi pemulung dalam satu kerangka evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa keberlanjutan jangka panjang pengembangan PLTSa harus diukur berdasarkan kinerja teknis, lingkungan, serta kapasitasnya untuk memastikan tata kelola inklusif dan melindungi mata pencaharian pemulung informal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa PLTSa Bantargebang telah mencapai kategori berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 59,87.Namun, dimensi ekonomi, teknologi, dan kelembagaan masih memerlukan perhatian untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang.Di sisi lain, pemulung tetap memegang peran penting dalam sistem daur ulang sehingga keberlanjutan PLTSa tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan mata pencaharian sektor informal.Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa koeksistensi antara PLTSa dan pemulung masih sangat memungkinkan apabila didukung oleh tata kelola yang inklusif.Integrasi pemulung dalam sistem pemilahan sampah sebelum proses insinerasi berpotensi meningkatkan kualitas bahan baku PLTSa sekaligus mempertahankan fungsi ekonomi sektor informal.Keberhasilan pengembangan PLTSa seharusnya diukur tidak hanya dari kapasitas produksi energi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan transisi pengelolaan sampah yang berkeadilan.
Untuk meningkatkan keberlanjutan PLTSa Bantargebang, pemerintah daerah dan pengelola PLTSa perlu mengembangkan mekanisme kemitraan dengan pemulung melalui pengaturan zonasi pemilahan, skema kontrak kerja sama, serta pelibatan pemulung dalam sistem pemilahan sebelum proses insinerasi. Implementasi program pemilahan sampah sejak sumber perlu diperkuat melalui edukasi masyarakat dan penegakan regulasi guna meningkatkan kualitas bahan baku PLTSa. Pada setiap rencana ekspansi PLTSa, pemerintah juga perlu memastikan adanya mekanisme konsultasi dan partisipasi yang bermakna bagi masyarakat dan pemulung untuk meminimalkan risiko marginalisasi serta mendukung pembangunan energi yang inklusif dan berkelanjutan.
- Bioenergy Policy: The Biodiesel Sustainability Dilemma in Indonesia | IIETA. bioenergy policy biodiesel... iieta.org/journals/ijsdp/paper/10.18280/ijsdp.150414Bioenergy Policy The Biodiesel Sustainability Dilemma in Indonesia IIETA bioenergy policy biodiesel iieta journals ijsdp paper 10 18280 ijsdp 150414
- Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan: Koeksistensi Pemulung... ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/72265Pembangkit Listrik Tenaga Sampah PLTSa untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Koeksistensi Pemulung ejournal undip ac index php ilmulingkungan article view 72265
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12889-021-12274-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12889 021 12274 7
| File size | 785.77 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
EDUPEDEDUPED Program Gerakan Literasi Membaca (GELIGA) Anak di Kemuning, Desa Banyu Urip, Gerung pada April 2026 berhasil meningkatkan minat dan partisipasi 23 siswaProgram Gerakan Literasi Membaca (GELIGA) Anak di Kemuning, Desa Banyu Urip, Gerung pada April 2026 berhasil meningkatkan minat dan partisipasi 23 siswa
EDUPEDEDUPED Kegiatan menghasilkan enam set perangkat pembelajaran PBL terintegrasi kearifan lokal Papua yang seluruhnya berada dalam kategori sangat layak (skor rata-rataKegiatan menghasilkan enam set perangkat pembelajaran PBL terintegrasi kearifan lokal Papua yang seluruhnya berada dalam kategori sangat layak (skor rata-rata
EDUPEDEDUPED Luaran yang dihasilkan meliputi modul P3K, video edukasi, publikasi online, serta kebijakan sekolah berupa SK Tim Siaga Bencana. Mitra BPBD menetapkanLuaran yang dihasilkan meliputi modul P3K, video edukasi, publikasi online, serta kebijakan sekolah berupa SK Tim Siaga Bencana. Mitra BPBD menetapkan
EDUPEDEDUPED Namun, kompetensi guru dalam kedua aspek tersebut masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensiNamun, kompetensi guru dalam kedua aspek tersebut masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi
UGUG Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Kampung Jambangan, Surabaya, merupakan model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang adaptifPenelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Kampung Jambangan, Surabaya, merupakan model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang adaptif
PNLPNL Evaluasi keberhasilan penerapan teknologi dilakukan melalui analisis terhadap kinerja pembakaran, persentase pengurangan volume sampah, efisiensi prosesEvaluasi keberhasilan penerapan teknologi dilakukan melalui analisis terhadap kinerja pembakaran, persentase pengurangan volume sampah, efisiensi proses
UNIKUUNIKU Saran penelitian ini adalah memperkuat korelasi regulasi, mengintegrasikan manajemen berbasis DAS langsung ke dalam perencanaan pengembangan, dan secaraSaran penelitian ini adalah memperkuat korelasi regulasi, mengintegrasikan manajemen berbasis DAS langsung ke dalam perencanaan pengembangan, dan secara
UNIBAUNIBA Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, peningkatan pemahaman tentang pemilahan sampah, serta keterampilan dalam memproduksi eco enzymeHasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, peningkatan pemahaman tentang pemilahan sampah, serta keterampilan dalam memproduksi eco enzyme
Useful /
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Persaingan bisnis yang semakin ketat mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar. Metode penelitianPersaingan bisnis yang semakin ketat mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar. Metode penelitian
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Program ini dilaksanakan selama tiga hari (17–19 Mei 2026) dengan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif, berbasis pengalaman, dan berbasis praktisiProgram ini dilaksanakan selama tiga hari (17–19 Mei 2026) dengan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif, berbasis pengalaman, dan berbasis praktisi
UNIBAUNIBA Instrumen hukum seperti peraturan desa (Perdes), usaha milik desa (BUMDes), dan perlindungan hak kekayaan intelektual terbukti memainkan peran pentingInstrumen hukum seperti peraturan desa (Perdes), usaha milik desa (BUMDes), dan perlindungan hak kekayaan intelektual terbukti memainkan peran penting
UNIBAUNIBA Implementasi perjanjian kerja, baik PKWT maupun PKWTT, di Kampung Tua Nelayan, Nongsa, Batam, masih jauh dari ketentuan hukum yang berlaku.meskipun Undang-UndangImplementasi perjanjian kerja, baik PKWT maupun PKWTT, di Kampung Tua Nelayan, Nongsa, Batam, masih jauh dari ketentuan hukum yang berlaku.meskipun Undang-Undang