UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Dalam industri F&B yang kompetitif, kemasan berperan strategis sebagai media visual yang melindungi produk sekaligus memperkuat identitas merek, menarik konsumen, dan memengaruhi keputusan pembelian melalui desain yang estetis, informatif, dan komunikatif. Penelitian ini menganalisis desain kemasan brand Mojiso sebagai produk halal menggunakan pendekatan teori Gestalt. Produk Mojiso mengadaptasi estetika budaya Korea, namun tetap menyasar konsumen Muslim di Indonesia. Fokus penelitian adalah penerapan prinsip Gestalt—proximity, similarity, closure, continuity, dan figure/ground—dalam desain kemasan untuk menciptakan visual yang menarik dan informatif mengenai kehalalan produk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi visual kemasan, wawancara dengan tiga narasumber ahli desain, dan penyebaran kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa desain kemasan Mojiso efektif menerapkan prinsip Gestalt, terutama proximity, similarity, continuity, dan figure/ground, sehingga visual tampak harmonis dan mudah dikenali. Namun, beberapa elemen visual masih perlu ditingkatkan agar status halal produk lebih jelas. Kuesioner mengungkapkan bahwa sebagian konsumen belum sepenuhnya menangkap informasi kehalalan melalui kemasan. Pada tahap seleksi, kemasan berhasil menarik perhatian melalui warna dan bentuk; pada tahap organisasi, informasi tersusun rapi dan mudah dipahami; sedangkan pada tahap interpretasi, komunikasi visual tentang status halal masih kurang jelas, menimbulkan keraguan konsumen terhadap kehalalan produk.

Desain kemasan Mojiso telah menerapkan prinsip-prinsip Gestalt secara konsisten untuk menciptakan tampilan yang terstruktur, menarik, dan modern.Penerapan proximity, similarity, continuity, dan figure-ground mendukung kohesi visual serta memperkuat identitas merek.Namun, aspek komunikasi nilai kehalalan belum sepenuhnya dioptimalkan.Penempatan label halal yang kurang menonjol dapat mengurangi kejelasan pesan, padahal status halal seharusnya menjadi fokus utama dalam strategi desain di pasar dengan mayoritas konsumen Muslim.Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual pada kemasan tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi nilai dan identitas produk.Oleh karena itu, desain kemasan Mojiso perlu disempurnakan, terutama dalam hal penempatan dan penekanan label halal, guna memperkuat kepercayaan konsumen serta membangun citra produk yang kredibel, religius, dan kompetitif.

Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas desain kemasan menggunakan metode eye-tracking untuk memahami bagaimana konsumen memproses informasi visual secara langsung. Selain itu, studi empiris melalui survei atau eksperimen persepsi konsumen bisa dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman konsumen terhadap label halal di berbagai kondisi pemasaran. Terakhir, perbandingan desain kemasan produk halal lain yang sukses menonjolkan identitas kehalalan dapat memberikan wawasan untuk mengembangkan strategi desain kemasan Mojiso yang lebih kompetitif.

  1. Peranan Desain Kemasan, Variasi Produk, dan Harga dalam Keputusan Pembelian Konsumen | Jurnal Pemberdayaan... economics.pubmedia.id/index.php/jpem/article/view/255Peranan Desain Kemasan Variasi Produk dan Harga dalam Keputusan Pembelian Konsumen Jurnal Pemberdayaan economics pubmedia index php jpem article view 255
  2. Holistic Economics - Holist. Econ.. role promotional enhancing financial performance consumer behavior... doi.org/10.55094/hoec.2840Holistic Economics Holist Econ role promotional enhancing financial performance consumer behavior doi 10 55094 hoec 2840
  3. PERANCANGAN IDENTITAS PERUSAHAAN DALAM BENTUKSTATIONERY DESAIN DI RUMAH KREASI GRAFIKA | Pixel :Jurnal... doi.org/10.51903/pixel.v14i1.456PERANCANGAN IDENTITAS PERUSAHAAN DALAM BENTUKSTATIONERY DESAIN DI RUMAH KREASI GRAFIKA Pixel Jurnal doi 10 51903 pixel v14i1 456
Read online
File size826.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test