FOURIERFOURIER

Jurnal FourierJurnal Fourier

Penelitian ini mengembangkan model SITR pada penyakit tuberculosis dengan menambahkan penggunaan masker medis dan treatment. Populasi dibagi menjadi Susceptible without mask (S) yaitu individu rentan tidak menggunakan masker medis, Susceptible With Mask (𝑆𝑀) yaitu individu rentan dengan menggunakan masker medis, Infected without mask (I) yaitu individu terinfeksi yang tidak menggunakan masker medis, Infected with mask (𝐼𝑀) yaitu individu terinfeksi yang menggunakan masker medis, Treatment (T) yaitu jumlah individu yang melakukan pengobatan, Recovered (R) yaitu jumlah individu sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik ekuilibrium bebas penyakit dan endemik penyakit, bilangan reproduksi dasar 𝑅0, analisis kestabilan dan simulasi numerik. Berdasarkan hasil penelitian hasil uji kestabilan titik ekuilibrium menggunakan nilai eigen diperoleh bahwa jika 𝑅0 < 1 maka titik ekuilibrium bebas penyakit stabil asimtotik lokal, artinya populasi akan bebas dari penyakit tuberculosis. Jika 𝑅0 > 1 maka titik ekuilibrium endemik penyakit stabil asimtotik lokal, artinya pada keadaan ini dalam populasi akan selalu terdapat penyakit tuberculosis.

Penelitian ini menghasilkan model matematika penyakit tuberculosis dengan kompartemen Susceptible without mask (S), Susceptible With Mask (𝑆𝑀), Infected without mask (I), Infected with mask (𝐼𝑀), Treatment (T), dan Recovered (R).Model ini memiliki dua titik ekuilibrium, yaitu titik ekuilibrium bebas penyakit dan titik ekuilibrium endemik.Hasil analisis menunjukkan bahwa jika bilangan reproduksi dasar (𝑅0) kurang dari 1, maka penyakit tuberculosis akan menghilang dari populasi.Sebaliknya, jika 𝑅0 lebih besar dari 1, penyakit tuberculosis akan tetap ada dalam populasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi penyebaran penyakit tuberculosis, seperti tingkat kepadatan penduduk, akses terhadap layanan kesehatan, dan status gizi masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan variabel-variabel baru ke dalam model SITR yang telah dikembangkan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pengendalian penyakit tuberculosis yang lebih efektif, misalnya dengan mengoptimalkan penggunaan masker medis, meningkatkan cakupan pengobatan, dan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan tuberculosis. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas berbagai jenis masker medis dalam mencegah penyebaran tuberculosis, serta menganalisis dampak penggunaan masker terhadap perilaku masyarakat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pengendalian dan pencegahan penyakit tuberculosis di Indonesia.

  1. Pemodelan SITR Pada Penyebaran Penyakit Tuberculosis Dengan Penggunaan Masker Medis Dan Treatment | Jurnal... doi.org/10.14421/fourier.2024.132.76-86Pemodelan SITR Pada Penyebaran Penyakit Tuberculosis Dengan Penggunaan Masker Medis Dan Treatment Jurnal doi 10 14421 fourier 2024 132 76 86
Read online
File size451.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test